Kabar Kepsek LGBT Di Medan Sudah Sampai Ke DPRD

banner 728x90

infogeh.net, MEDAN – Kabar terkait kepala sekolah salah satu SD di Medan yang diduga Gay rupanya menuai sorotan dari anggota dewan. DPRD Medan bakal menggelar rapat dengar pendapat (RDP) setelah menerima laporan dari orang tua murid.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala, telah menerima laporan soal dugaan oknum kepala sekolah (kepsek) gay di Medan. “Sudah sampai laporan orang tua murid dan beberapa orang guru terkait hal tersebut ke saya dan sudah saya teruskan ke Komisi 2 untuk segera menindaklanjutinya lewat RDP, dalam waktu dekat akan di-RDP-kan,” katanya dilansir Detikcom, Rabu (30/12).

Rajuddin menyebut DPRD bakal mengundang para pihak terkait untuk didengarkan penjelasannya. Meski begitu, ia belum menjelaskan detail kapan RDP bakal digelar. “Kita undang kadis pendidikan, kepsek, orang tua murid dan guru untuk memperjelas hal tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika pihaknya akan mendengarkan lebih dulu penjelasan dari berbagai pihak. Rajuddin mengatakan Pemko Medan harus bertindak cepat jika tudingan orang tua murid terhadap oknum kepsek tersebut terbukti benar.

“Seperti laporan yang sampai ke kami bahwa kepsek tersebut suka berkata kasar pada orang tua murid dan pada guru,” jelasnya. “Bahkan menurut laporan yang kami terima kepsek tersebut juga memiliki sifat yang tidak normal karena homoseks (suka dengan sesama jenis) termasuk dengan beberapa oknum guru laki-laki di sekolah tersebut.”

“Jika ini benar, hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” sambungnya. “Harus segera ditindaklanjuti oleh Pemko melalui Dinas Pendidikan Kota Medan, tidak lah pantas seorang kepsek seperti itu jika perlu segera dinonaktifkan atau diberhentikan dari kepsek sebelum mencoreng lebih jauh lembaga pendidikan.”

Perlu diketahui, kasus ini bermula dari demonstrasi yang digelar oleh sejumlah orang tua murid pada Rabu (23/12) lalu. “Sebenarnya kasus ini sudah lama, bulan 4 kemarin sudah viral di Facebook yang mengunggah semua bagaimana hubungan Pak J (kepala sekolah) dengan Z (teman prianya) dan kami berembuk guru dan orang tua murid bagaimana caranya kita tidak mau nanti jadi ada korban. Dan ini juga telah diketahui oleh Lurah dan Camat Medan Tuntungan,” kata salah satu orang tua murid, Raiman saat itu.

Aksi demo itu digelar lantaran para orang tua takut apabila anaknya menjadi korban pelecehan di sekolah. Raiman juga mengklaim 300 orang tua siswa meneken pernyataan meminta kepala sekolah diganti.

Berita dan informasi ini sudah diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi wowkeren.com

banner 1080x1080