Sukabumi (Radarnusantara.co)- Selama kurun waktu dua priode jelang akhir tahun 2021 ruas jalan di Kabupaten Sukabumi tidak sedikit mengalami kerusakan yang cukup parah selama musim penghujan, maupun pekerjaan perbaikan jalan yang baru selesai dikerjakan dengan kwalitas meragukan
Seperti hal nya salah satu jalan kurang lebih 15 tahun lamanya, jalan yang berada di lokasi penghubung Dua Desa, yaitu Desa Cihaur Kecamatan Simpenan dan Desa Kertajaya Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat, tepatnya di kampung nyalindung hancur ruksak parah.
Menurut informasi yang dihimpun pengguna jalan dan masyarakat Desa Cihaur Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi khususnya para pengendara roda dua/empat sudah lama mengeluh dan mengharapkan kondisi jalan yang layak di dambakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi.
DD (48), warga masyarakat Desa Cihaur yang tidak mau di sebutkan nama lengkapnya mengatakan, selama 15 tahun lamanya tidak pernah ada perbaikan di ruas jalan tersebut. Sedangkan ini akses jalan Kabupaten.
“Saya sendiri yang setiap hari menggunakan kendaraan roda dua kecewa dengan pelayanan kondisi jalan seperti ini, pemerintah seakan tidak peduli dalam pemerataan pembangunan ketika situasi dampak pandemi seperti sekarang ini. Terkesan, pelayanan mereka kepada masyarakat hanya pecitraan saja yang di perlihatkan, bukan kwalitas yang sebenarnya,” ucapnya. Rabu (15/12/2021)
Sehingga hal yang wajar ketika masyarakat di Desa Cihaur Kabupaten Sukabumi mengeluhkan dengan kondisi jalan tersebut.
Masyarakat Desa Cihaur dan sekitarnya sangat mengharapkan ada perbaikan jalan secara permanen, sebab jalan tersebut merupakan akses jalan utama untuk menuju ke pusat Kabupaten Sukabumi.
Bahkan diketahui DD, sudah beberapa kali masyarakat mengusulkan kepada pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Cihaur untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.
“Sebetulnya, warga sudah sering menyampaikan selama kurang lebih 15 tahun ini, agar kondisi jalan tersebut bisa diperbaiki. Tetapi sampai saat ini belum ada hasilnya sama sekali, dan jawaban yang terima oleh warga akan di perbaiki, tapi nyatanya sekarang selama berjalan dua priode Bupati Sukabumi tidak terbukti,” katanya.
Dengan kondisi demikian, tokoh masyarakat bersama warga lainnya inisiatif memperbaiki jalan, dilakukan secara swadaya dan gotong royong.
“Alhamdulilah, berkat peran serta dan partisipasi masyarakat, kami bisa membeli batu sirtu untuk perbaikan jalan meskipun tidak semuanya,” jelasnya.
Menurutnya, meski jalan tersebut berada di jalur Kabupaten Sukabumi berbatasan Dua Desa langsung, namun akses jalan tersebut sangat produktif.
“Sehingga, melihat akses jalan tersebut mengalami kerusakan dan sulit dilewati kendaraan, akhirnya masyarakat berpatisipasi dan gotong royong,” ungkapnya.
Lanjut DD, jika jalan tersebut rusak dan sulit dilalui oleh kendaraan bukan hanya mobilitas menjadi tersendat, namun tentu juga akan menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Apalagi jika saat musim penghujan seperti sekarang ini, banyak genangan air dan batu kerikil berserakan. Warga berharap kepada pihak Pemdes dan pihak Pemda Kabupaten Sukabumi segera cari solusi untuk perbaiki jalan ini, dengan kondisi jalan yang sudah baik dapat mendongkrak laju roda perekonomian masyarakat Cihaur dan sekitarnya,” pungkasnya. (Rick)




