infogeh.co, Kupang – Seorang bocah berusia tiga tahun di Kabupaten TTS,Meninggal tertembak senapan angin milik ayah kandungnya.
Diketahui korban bocah (3) berinisial DB, ia tertembak saat bermain senapan angin milik ayahnya, ketika kedua orang tuanya tidak berada rumah pada Kamis (21/7).
Pada saat itu ayah korban,Yonatan Bako tidak berada di rumah, sementara ibu korban, Debi Snae juga sedang berada di aula kantor desa Lakat untuk menerima BLT.
Pada saat itu, korban dijaga oleh kakaknya. Namun ketika lepas dari pantauan, bocah itu melihat senapan angin milik ayahnya yang terletak di meja lalu mengambil dan dipakai untuk bermain.
“Ketika bermain, anak tersebut tidak tahu kalau di senapan tersebut masih terdapat peluru, sehingga tertembak di bagian dahi anak tersebut,” ungkap Kapolres TTS, AKBP. I Gusti Putu Suka Arsa, melalui Kasat Reskrim Iptu Helmi Wildan, saat dikonfirmasi, Senin (25/7) pagi.
Dikatakan Iptu Helmi, saat kejadian ayah dan ibu korban tidak berada di rumah.
Diduga korban dengan tidak sengaja telah menembakkan sebuah peluru dari senapan angin di bagian kepala menggunakan senapan angin milik ayah kandungnya.
“Pada saat itu korban diduga bermain senapan angin milik ayahnya dan tertembak di bagian kepala,” ujarnya.
Menurut Iptu Helmi, kejadian ini terungkap saat Bhabinkamtibmas kecamatan Kuatnana Bripka Bambang J Purnomo yang sedang berada di kantor desa Lakat karena mengamankan pembagian BLT tahap II, mendapat laporan dari sekretaris desa Lakat bahwa ada warga yang datang meminta surat keterangan tidak mampu untuk merujuk seorang pasien.
Saat orang tersebut ditanya kejadiannya bagaimana, didapatkan keterangan bahwa seorang anak berusia tiga tahun bermain senapan angin milik ayahnya dan tertembak peluru di dahinya,”kata Kasat Reskrim.
“Korban sempat mendapat perawatan di RSUD Soe. Tetapi karena butuh penanganan serius dan intensif maka korban kemudian dirujuk ke RSUD Kupang pada malam hari. Namun dalam perjalanan saat tiba di wilayah Oesusu, Kabupaten Kupang, korban sudah tidak tertolong lagi dan meninggal dunia,” ungkapnya.
Lanjut Iptu Helmi, korban pun kemudian dibawa pulang kembali ke Kabupaten TTS
Korban juga sudah dikuburkan pada sabtu 23/7) ini di samping rumahnya.
“Pihak Polres TTS juga sudah melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi,” ungkap Iptu Helmi.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com
















