Sukabumi (RadarNusantara.co) Pandemi Covid 19 yang telah melanda selama lebih dari satu tahun, telah Memberikan efek ke berbagai bidang, terutama bidang pendidikan yang menyebabkan disrupsi pembelajaran termasuk disrupsi dalam karakter dan pola kehidupan.
Maka dari itu untuk mengurangi resiko penularan covid 19, pemerintah menginstruksikan kepada satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.
Pemberlakuan pembelajaran ini tentunya memberikan tantangan bagi para guru maupun peserta didik. Mereka dihadapkan untuk belajar dalam situasi yang berbeda dengan berbagai keterbatasan.
Baik buruknya pembelajaran jarak jauh mulai dirasakan oleh para guru, siswa, maupun orang tua siswa. Dampak psikis serta keterbatasan dalam sarana pra sarana menjadi alasan klasik pembelajaran jarak jauh menjadi tidak efektif.
Pemerintah mulai mengkhawatirkan peserta didik mengalami ketertinggalan pendidikan (learning loss) selama menjalani pembelajaran jarak jauh. Hal ini, tentunya akan berimbas pada kualitas sumber daya manusia Indonesia beberapa tahun kedepan.
Berdasarkan keputusan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah level 1 sampai dengan 3, membuka kesempatan bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Kota Sukabumi menjadi salah satu daerah yang masuk ke dalam zona level 2 atau zona rendah artinya dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas
Kepala SMAN 1 Kota Sukabumi, Rachmat Mulyana S.Pd, M.Hum, saat ditemui RadarNusantara.Co menerangkan, SMAN 1 Kota Sukabumi merupakan sekolah yang siap melaksanakan PTMT, tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum melaksanakan PTMT, pihak sekolah menunggu rekomendasi dari Tim Satuan Petugas (Satgas) Covid 19 tingkat kota untuk melihat kelayakan sekolah
“Dimulai dari kesiapan sarana dan pra sarana, pembentukan Tim Satgas Covid tingkat sekolah, vaksinasi para guru dan tata usaha, dan tentunya surat izin dari orang tua. Apabila orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk tidak mengikuti pembelajaran tatap muka, maka sekolah pun akan mengizinkan siswa tersebut untuk belajar secara daring,” terangnya. Kamis, (14/10/21)
Rachmat menambahkan,
sebelumnya para pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 1 Kota Sukabumi telah melaksanakan vaksinasi yang digelar di Gedung Juang.
“Siswa-siswi SMAN 1 Kota Sukabumi secara bertahap telah melaksanakan vaksinasi. Pihak sekolah juga tetap memantau dan mendata perkembangan siswa-siswanya untuk segera divaksin, bahkan pihak sekolah pun telah melaksanakan program vaksinasi untuk siswa yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.” jelas Kepala SMAN 1 Kota Sukabumi, Rachmat Mulyana S.Pd, M.Hum,
Sebelumnya, pada senin 20 September 2021, SMAN 1 Kota Sukabumi melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah mengatur jumlah peserta didik dalam satu kelas menjadi 50%.
Selain itu, pelayanan pembelajarannya juga menggunakan blended learning, yakni pembelajaran dengan mencampurkan dua metode antara daring dan luring. Pada minggu pertama, pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara terbatas yang diikuti oleh 50% kelas XII saja. Sedangkan, kelas X, XI, dan kelas 50% kelas XII yang tidak ikut tatap muka, tetap melaksanakan pembelajaran secara daring.
Pelaksanaan PTMT pada minggu pertama dievaluasi sebagai feedback pelaksanaan PTMT minggu berikutnya. Jika dari hasil evaluasi, ada penambahan kasus atau terlalu banyak resiko penularan Covid 19, maka pelaksanaan PTMT di minggu berikutnya akan disesuaikan dengan hasil evalusasi. Akan tetapi, jika PTMT ini berjalan sesuai dengan rencana dan tidak ada penambahan kasus, maka akan ada penambahan satu angkatan kelas untuk melaksanakan PTMT. Dan begitu selanjutnya sampai jumlah siswa yang mengikuti PTMT sebanyak 50% dari jumlah keseluruhan.
Tim Satgas Covid 19 SMAN 1 Kota Sukabumi yang sebelumnya telah dibentuk oleh pihak sekolah dan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Kota Sukabumi, Bapak Rachmat Mulyana S.Pd, M.Hum untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban siswa-siswi di setiap titik lokasi sekolah agar selalu menjalankan protokol kesehatan selama di lingkungan sekolah.
Dimulai dari kedatangan siswa dari gerbang sekolah yang harus mencuci tangan serta diukur suhu tubuhnya oleh tim Satgas, kemudian mengarahkan siswa-siswi sampai ke kelasnya masing-masing, sampai selesai pembelajaran.
Pembelajaran tatap muka secara terbatas ini juga tidak seperti pembelajaran biasanya, dalam segi waktu, hanya dilaksanakan sampai jam 12.00 yang diatur sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Dari segi materi pembelajaran, pihak sekolah menyarankan kepada para guru untuk memberikan materi esensial.
Dengan kata lain tidak perlu semua materi diberikan kepada siswa dalam satu waktu. Selain itu, tentunya para guru diharapkan bisa menyampaikan tentang pentingnya kedisiplinan serta peran para siswa untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai pelajar.
Serta memotivasi siswa agar tetap belajar dan mematuhi protokol kesehatan. Pelaksanaan PTMT pada minggu-minggu awal, dititikberatkan kepada pembiasaan pembelajaran tatap muka untuk peserta didik. (Erick)




