Sukabumi (Radarnusantara.co)- Video viral di berbagai media sosial WhatsApp, berdurasi sekitar 0,26 menit dan 0,37 menit. Terlihat sekumpulan masyarakat bergerombol mendatangi rumah warga yang diduga sebagai penyebaran ajaran aliran sesat di Kampung Citangkalak RT. 05/10, Desa Bojong Sawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021).
Menurut informasi yang dihimpun Radarnusantara.co dari salah satu warga inisial I , mengatakan dengan adanya kejadian dugaan ajaran aliran sesat tersebut di Wilayah Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi yang sudah kedua kali terjadi.
“Waktu kejadian yang pertama kurang lebih sebulan lalu di Kp. Pasantren, Desa Jabenenggang, Kecamatan Kebonpedes. Saat itu yang saya dengar bahwa terduga pelaku aliran sesat tersebut sudah terlebih dahulu melarikan diri dari rumah nya dan sempat di musyawarahkan oleh pihak MUI, muspika Desa/Kecamatan Kebonpedes, agar terduga pelaku aliran sesat kembali lagi kepada ajaran yang benar.” ungkapnya
I menambahkan, kalau kejadian yang kedua kali ini saya baru tau kemarin dari video yang tersebar di WhatsApp, mungkin saja dengan kejadian kemarin masih ada hubungannya dari rentetan kejadian dugaan aliran sesat yang pertama
Sedangkan dalam video kejadian kemarin, katanya ada dugaan ajaran aliran sesat yang kembali terjadi di Wilayah Kebonpedes dan di dalam video itu terlihat ada sejumlah warga mendatangi rumah milik AS (60) di Kampung Citangkalak RT. 05/10, Desa Bojong Sawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
“Selain itu, tampak dalam video ada tulisan selembar kertas karton putih yang di pasang pada dingding rumah tersebut bertuliskan, ”Kalimat basmalah dalam tulisan arab lalu disusul dengan tulisan 5 Gol. Org. Beriman Menurut Allah. Yahudi, Shobiin, Nashoro, Mazusi dan Musyrik,”. Jelasnya
Dengan adanya kejadian tersebut Polres Sukabumi Kota sigap langsung mengamankan lokasi, dan terduga pelaku AT ajaran aliran sesat turut diamankan pihak Polres Sukabumi Kota. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi terdapat kekeliruan faham dari warga masyarakat sekitar dan menjaga terjadinya anarkisme sepihak. (Rick)




