infogeh.co, Gorontalo – Viral potongan video yang memperlihatkan seorang mahasiswa tengah berorasi dalam aksi demonstrasi yang digelar di Gorontalo, Jumat (2/9). Mahasiswa tersebut terlihat tengah berorasi di atas mobil sound di hadapan mahasiswa lainnya.
Video tersebut menjadi viral lantaran dalam orasinya, mahasiswa tersebut menyampaikan kata tidak senonoh kepada Presiden Republik Indonesia.
Berikut potongan orasinya yang viral:
“Sepakat lawan,” kata orator.
“Sepakat,” jawab masa aksi.
“Hanya ada satu kata, lawan,” lanjut orator.
“Lawan,” jawab masa aksi.
“Hanya ada satu kata,” ungkap orator lagi.
“Lawan,” jawab masa aksi.
“Presiden Republik Indonesia (kata tak senonoh),” ucapnya.
Belakangan, diketahui bahwa mahasiswa tersebut bernama Yunus Pasau. Dia merupakan salah satu mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Orasi dengan kata tak pantas yang dilakukan oleh Yunus, berujung pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Kapolda Gorontalo, Irjen Polda Helmy Santika, membenarkan bahwa Yunus diperiksa usai beredar potongan video saat berorasi pada aksi unjuk rasa pada Jumat (2/9) kemarin.
“Atas peristiwa ini kami dari Polda Gorontalo sudah merespons cepat untuk bisa mengamankan yang bersangkutan ke Polda Gorontalo untuk dimintai keterangan,” ucap dia dikutip dari Antara, Sabtu (3/9).
Pemeriksaan tersebut, kata Helmy, didukung oleh pihak kampus. Selain itu Badan Eksekutif Mahasiswa dan rekannya mendampingi saat Yunus diperiksa di Polda Gorontalo.
Menurut Helmy, pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Gorontalo juga mencegah dan mengamankan Yunus dari kemungkinan terjadi persekusi verbal.
“Dari keterangan yang bersangkutan bahwa ia menyampaikan kata-kata itu secara spontan,” ungkap Kapolda.
Sejauh ini, Yunus masih berstatus sebagai saksi.
“Status mahasiswa ini adalah sebagai saksi, kami pun di sini di Polda Gorontalo tidak ingin menghambat cita-cita dari yang bersangkutan dan merusak masa depannya,” ujar dia.
Melalui akun media sosialnya di Instagram, Yunus meminta maaf. Dia menyatakan permohonan maaf kepada Presiden RI atas orasinya tersebut.
“Saya Yunus Pasau Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, pada kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas perkataan yang tidak sopan yang saya sampaikan, pada orasi simpang lima kota Gorontalo kemarin,” kata dia.
Selain itu, ia juga memohon maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ia timbulkan. Termasuk meminta maaf kepada pihak universitas.
“Saya sampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan dan kekeliruan yang saya lakukan,” kata dia.
“Dan saya menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan seluruh keluarga saya dan saya menyampaikan permohonan maaf kepada Civitas Akademika Universitas Negeri Gorontalo dan khususnya kepada Bapak Rektor Universitas Negeri Gorontalo,” pungkasnya.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com
















