GERBANGREPUBLIK.COM – (Lampung Timur). — Diawali dengan proses pengalungan bunga oleh gajah Taman Nasional Way Kambas kepada perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menggelar Festival Dayung Way Bungur 2017 (13/08/2017).
Pelaksanaan festival untuk meningkatkan potensi olahraga dayung dan mempromosikan wisata air tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesaadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencari bibit bibit atlet dayung muda berbakat dan berprestasi.
Selain Bupati Lampung Timur dan Forkompimda Lampung Timur dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sarif Wijaya, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Timur, Ali Johan Arief, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur dan Jajaran.
“Dan tentunya mudah mudahan segala kekurangan yang ada di tahun ini akan menjadi sebuah pembelajaran yang cukup berharga sehingga di tahun yang akan datang kegiatan ini akan lebih baik dari pada hari ini,” ungkap Ketua DPRD Lampung Timur
Sementara Sarif Wijaya pada kesempatan itu menyampaikan adanya program pemerintah pusat dalam upaya pelestarian sungai sungai dengan cara melakukan penyebaran bibit ikan.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan punya program untuk melestarikan sungai. Kami akan memulai dengan sepanjang sungai dahulu. Akan dilihat daerah mana yang bisa beranak pinak bagi ikan, disitulah bibit bibit ikan yang baik seperti ikan baung, ikan patin dan lain lain akan disebar,” jelas Dirjen Perikanan.
Dalam Festival Dayung Way Bungur 2017 selain diselenggarakan perlombaan dayung, lomba kano dan lomba perahu hias, juga dimeriahkan dengan acara donor darah, stan pameran, makan ikan bersama sama, terbar benih ikan dan hiburan Live Music oleh Hijau Daun Band.
Pada ajang yang berhasil menyedot animo yang tinggi dari masyarakat untuk hadir menyaksikan.
Chusnunia menyampaikan akan arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pelestarian alam pada pelaksanaan setiap festival.
“Jadi, senang, bergembira, bahagia tapi alamnya juga jangan dirusak, karena kita justru niatnya adalah bagaimana mencintai, bagaimana kita bersyukur atas kenikmatan alam yang diberikan Tuhan kepada kita, yang sebenarnya tidak hanya untuk kita nikmati sendiri,” tutur Nunik(kemas)


















