Saudaraku sekalian,
●Tidak ada satu manusiapun (bahkan para Nabi) yang luput dari ujian Allah SWT, karena ujian hidup adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan manusia.
●Ada beberapa bentuk ujian kehidupan yang Allah berikan, antara lain :
-Kehilangan orang tercinta, -sakit berkepanjangan,
-tidak sempurna secara fisik, mental atau pemikiran,
-anak atau pasangan selalu memberi masalah,
-rejeki yang selalu sempit, dikhianati sahabat atau musibah yang datang tiba tiba
●Kondisi sulit seperti itu, akan sangat mudah membuat kita menjadi berputus asa dan menumbuhkan prasangka buruk, yang pada akhirnya menurunkan iman kita.
●Agama kita menegaskan bahwa ujian bukanlah hukuman, melainkan sarana agar manusia semakin dekat kepada Allah SWT.
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ ….
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka….” (HR.Ibnu Majah)
●Maka yang harus kita lakukan adalah menjaga iman kita kepada Allah SWT, agar tak lepas bahkan semakin tumbuh berkembang
●Bagaimana caranya ?
1-Menyadari bahwa Ujian Adalah Bagian Dari Kehidupan
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”. (Al-Baqarah : 155)
2-Bersabar dalam Setiap Cobaan sambil berkaca pada yang ujiannya lebih berat dari kita
3-Memperbanyak Doa dan Zikir
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS.Al-Ghafir : 60)
4-Bertawakal kepada Allah.
“… Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal”. (QS.Ali-Imran : 159)
Dengan tawakal, seorang Muslim akan memiliki rasa lapang, optimisme dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai rintangan. Rasa cemas dan takut akan digantikan oleh rasa percaya diri yang berlandaskan iman
5-Mengambil Hikmah dari Setiap Ujian, dimana hikmah dari ujian tersebut, selain semakin mendekatkan kita pada Allah SWT, juga akan menaikkan derajat kita dan menghilangkan kesombongan (arogansi) kita karena telah banyak anugerah yang didapat hingga terkadang lupa untuk disyukuri.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR.Bukhari)
JUM’AT MUBARAK
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”
(KH. M Sholeh Drehem)










