infogeh.co, Kalianda – Gunung Anak Krakatau (GAK) meletus tiga kali sepanjang Rabu dini hari, 29 Juni 2022. Aktivitas itu turut menyemburkan abu hitam ke arah utara hingga ketinggian 1 kilometer dengan intensitas tebal.
Berdasarkan data Badan Geologi, PVMBG pos pengamatan GAK selama pukul 00.00-06.00, 29 Juni 2022. Erupsi terekam dalam seismogram dengan amplitudo maximum 60 mm dan durasi 1 menit 7 detik.
Hembusan terjadi sebanyak 5 kali dengan amplitudo 16-50 mm, durasi 25-70 detik, low frekuensi lima kali dengan amplitudo 16-24 mm, durasi 7-15 detik, vulkanik dangkal 4 kali dengan amplitudo 15-39 mm, durasi 7-8 detik, dan tektonik lokal terjadi 2 kali, dengan amplitudo 55-58 mm, S-P 6-7.4 detik, durasi 35-40 detik.
Kemudian tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 2-31 mm dominan 5 mm, teramati 3 kali letusan dengan tinggi 300-1000 m dan warna asap kelabu dan hitam.
Pengamatan visual CCTV teramati asap putih tipis hingga sedang setinggi berkisar 25-100 meter, pada malam hari dan sinar api setinggi 5-15 meter.
Sedangkan periode pengamatan pada 28 Juni 2022, aktivitas GAK terjadi hembusan sebanyak 2 kali. “Aktivitas kemarin mengeluarkan gas atau hembusan,” ujarnya.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan selalu waspada. Dengan status GAK berada di level 3 atau siaga, masyarakat diimbau tidak mendekati kawah hingga radius 5Km.
“Masih level 3, dilarang mendekat kawah radius 5Km,” kata dia.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co
















