infogeh.net, Bandar Lampung – Transaksi digital di Lampung terus mengalami peningkatan. Salah satunya melalui pembayaran lewat QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang sudah tercatat ada 215 ribu pedagang yang menggunakannya.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan Kota Tapis Berseri siap menjadi percontohan penerapan QRIS. Pihaknya bakal memberikan pelayanan agar terus menjadi terdepan. Para pedagang pasar tradisional, rumah makan, restoran, kafe, dan UMKM terus diberikan pelatihan.
“Anak-anak muda juga banyak yang membuka usaha dan memanfaatkan platform digital. Melalui QRIS bisa bertransaksi tanpa bersentuhan tangan dan menggunakan digital sangat memudahkan,” katanya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Budiharto Setyawan, mengatakan QRIS menjadi kanal pembayaran digital yang terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Tercatat pada Desember 2019 sampai Desember 2021 terdapat peningkatan 205% di Lampung.
“Target Lampung sebanyak 180 ribu merchant pengguna QRIS, tetapi hingga akhir Desember ini melebihi target dengan capaian 215 ribuan lebih merchant. Hampir 50% pengguna QRIS ada di Bandar Lampung,” kata Budi saat Launching SIAP QRIS di Pasar Tamin, Rabu, 29 Desember 2021.
Pihaknya juga terus bersinergi bersama pemerintah daerah, perbankan dan stakeholder terkait untuk terus mengembangkan transaksi digital. Masyarakat dan pelaku usaha serta pedagang juga terus diberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi jual beli.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co
















