Pemprov Mau Adakan Pasar Minyak Murah : Tunggu Arahan Pusat

banner 728x90

infogeh.net, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung masih menunggu tindak lanjut Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terkait distribusi minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp14.000/liter untuk masyarakat.

Sesuai data yang dihimpun pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) di Provinsi Lampung per Minggu, 9 Januari 2022, harga minyak goreng curah masih bertahan di angka Rp19.700/kg, dan harga minyak goreng kemasan bermerek Rp19.650/kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Muhammad Zimmi Skil mengatakan, untuk pelaksanaan operasi minyak murah termin kedua tahun 2022 pihaknya masih menunggu arahan pusat untuk besaran kuota minyak goreng yang akan dijual dengan harga Rp14.000/liter. Namun, yang pasti, kakata dia, pemerintah juga sedang menindaklajuti arahan dari Presiden RI Joko Widodo untuk kestabilan harga.

“Kami sedang menunggu update dari Kemendag mengenai minyak goreng,” katanya kepada Lampost.co, Minggu, 9 Januari 2022.

Baca Juga Yuk :  Tarung uang ❌ Tarung pikiran ✅

Sebelumnya diberitakan, pada operasi minyak murah termin pertama tahun 2021 lalu, Pemprov melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung dan distributor menggelar operasi pasar murah di empat titik pasar strategis dan mendistribusikan minyak goreng ke seluruh gerai Alfamart dan Indomaret di Provinsi Lampung. Jumlah keseluruhan ada 43.000 liter minyak goreng yang disalurkan untuk masyarakat.

Sementara untuk menindaklajuti arahan Presiden Jokowi, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi memastikan stok nasional minyak goreng tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. Penyaluran minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp14.000/liter selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) telah dilakukan melalui ritel modern dan akan diperluas ke pasar tradisional dan operasi pasar.

Menurutnya, penyediaan minyak goreng kemasan sederhana merupakan respons pemerintah terhadap kenaikan harga minyak goreng belakangan ini. Untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp14.000/liter, pemerintah akan menggunakan instrumen subsidi yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Baca Juga Yuk :  Tarung uang ❌ Tarung pikiran ✅

Stabilitas harga pangan menjadi perhatian serius pemerintah. Tidak hanya minyak goreng, tetapi juga barang kebutuhan pokok lainnya.

‘Stabilitas harga merupakan mandat yang diamanatkan Presiden kami laksanakan dengan sungguh-sungguh agar masyarakat bisa menikmati harga yang wajar. Kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi USD 1.340/MT. Kenaikan harga CPO ini menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan,” pungkas dia.

Berita ini telah diterbitkan terlebih dahulu di halaman resmi Lampost.co

banner 1080x1080