infogeh.net, Jakarta – Aipda Rudi Pandjaitan, oknum polisi yang menolak laporan warga di Jakarta Timur, dimutasi ke wilayah Polda Papua Barat. Ia dimutasi setelah menjalani sidang etik.
Propam menindak Aipda Rudi terkait kejadian itu. Aipda Rudi pun disidang kode etik pada Rabu (15/12).
“Tadi Pak Kapolres sudah sampaikan laporan kepada Pak Kapolda itu hari Rabu sidang disiplinnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi, Senin (13/12).
Awalnya, seorang perempuan bernama Meta Kumalasari mencurahkan perlakuan polisi ketika dia melaporkan perampokan yang dialaminya di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur (Jaktim), pada Selasa (7/12/2021).
Korban saat itu baru pulang mengambil uang di ATM dan diikuti 2 motor yang memberitahukan sesuatu kepada korban. Singkatnya, korban turun dari mobil, lalu pelaku tiba-tiba mengambil tas korban.
“Saat saya ditanya-tanya oleh polisi, dia justru menyarankan saya pulang untuk menenangkan diri, dan percuma kalau mau dicari juga,” tulis Meta di postingan tersebut.
Korban justru merasa malah kena tegur polisi karena mengambil uang tunai dalam jumlah banyak di ATM. Korban menyebut si polisi bicara dengan nada tinggi.
“Setelah itu, polisi tersebut justru ngomelin saya, ‘lagian Ibu ngapain sih punya ATM banyak-banyak, kalau begini jadi repot. Apalagi banyak potongan biaya admin juga, dengan nada bicara tinggi,” sambungnya.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan angkat bicara terkait viralnya anak buahnya di Polsek Pulogadung yang menolak laporan korban perampokan. Menurut Erwin, anggota tersebut tak bermaksud menolak laporan, tetapi lebih ke bercanda.
“Iya, lebih ke bercanda, tapi maksudnya bukan seperti itu. Dia berbicara dengan mertua korban. Korban sendiri saat itu sedang proses penerimaan laporan,” jelas Erwin saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Timur, Senin (13/12/2021).
Erwin menjelaskan, saat itu Aipda Rudi Panjaitan, oknum polisi tersebut, bercanda soal ATM korban yang jumlahnya banyak itu dengan mertua korban. Namun hal ini membuat korban tersinggung.
“Si oknum menyampaikan bahwa ‘kenapa punya ATM gitu kan ngurusnya ribet’. Akhirnya tentu korban mendengar juga merasa tersinggung dan tidak nyaman dengan ucapan ini,” lanjutnya.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Detik.com














