infoghe.net, Bandar Lampung – Warga Perumahan Bakung mengeluhkan air lindi atau cairan sampah yang diduga berasal dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung, Kota Bandar Lampung yang selalu mengalir ke permukiman di setiap turun hujan.
Salah satu warga di RT 1, Lk II, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat, Marni mengaku dikepung bau busuk ketika wilayahnya diguyur hujan.
“Ditambah lagi airnya yang hitam itu mengalir sampai jalan,” kata dia, Senin, 10 Januari 2022.
Menurut Marni, warga sudah sering melayangkan protes kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bakung maupun kepala lingkungan, namun, tidak membuahkan hasil. Kondisi itu pun tak pernah berubah sejak puluhan tahun silam.
“Saya tinggal di sini sudah dari 1995. Ya, keadaannya memang dari dulu begini. Kami jalani saja. Tetapi sekarang katanya sudah ada Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) yang baru, berharap bisa mengurang baunya,” kata dia.
Sementara itu Kepala UPT TPA Bakung, Abdul Setiawan Batin membantah bahwa air beraroma tidak sedap tersebut adalah lindi dari Bakung. Ia memastikan, bau itu bawaan air hujan yang mengalir dari perbukitan sekitar.
“Coba dilihat kanan dan kiri, itu air yang mengalir ke bawah karena hujan. Warnanya hitam karena ya campur dengan air sampah,” bantahnya.
Dia mengeklaim sudah membuat dua siring besar demi mengalirkan air lindi dari Bakung ke penampungan khusus.
“Tetapi karena hujan turun hampir setiap hari, ya bisa jadi siringnya penuh. Kadang juga sampahnya masuk ke siring. Kami sudah lakukan perbaikan, namun, faktor alam juga mempengaruhi,” ujarnya.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co
















