infogeh.co, Jambi – Kericuhan yang terjadi saat pertandingan sepak bola Teluk Rendah Cup di Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, Kamis (25/8), menimbulkan korban jiwa dan korban luka. Polres Tebo langsung melakukan penyelidikan, hingga menetapkan 5 orang sebagai tersangka.
Para tersangka itu, yakni laki-laki berinisial FD (30), YA (31), IM (31), BS (45), dan MY (38). Mereka semua termasuk warga Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir.
Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega mengatakan laki-laki berinisial BS dan MY telah menewaskan korban bernama Yamanto (42). Kedua pelaku ini melakukan pemukulan dengan tangan kosong dan menggunakan kayu.
“BS, pada saat kejadian ia melakukan pemukulan dengan menggunakan sebatang kayu bulat. Sedangkan MY melakukan pemukulan dengan tangan kosong kepada korban sebanyak 2 kali,” katanya, Senin (29/8).
Kedua pelaku tersebut termasuk pihak panitia Teluk Rendah Cup. Kata Mega, Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan dalam kasus yang menewaskan Yamanto tersebut.
Polres Tebo juga melakukan penyelidikan kasus penganiayaan dan pengeroyokan dengan korban bernama Ilham (23).
“Dari hasil olah TKP, ditemukan beberapa barang bukti. Juga ada bukti visum, dan pakaian yang digunakan korban,” kata Mega.
Setelah itu, sebanyak 3 tersangka berhasil diamankan, yaitu FD, YA dan IM. Mereka melakukan pengeroyokan dengan cara memukul, menendang, hingga membanting Ilham. Beruntungnya korban ini berhasil selamat dan mendapatkan perawatan di puskesmas.
Kelima tersangka ini ditahan di Rutan Mako Polres Tebo. “Mereka kita jerat dengan Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 KUHP,” tutur Mega.
Ia menyampaikan kericuhan itu terjadi setelah adanya cekcok antar suporter. Salah satu suporter dari tim Desa Tuo Ilir ditahan oleh panita. Para suporter lain yang tidak terima penahanan itu, melakukan protes hingga melemparkan batu.
“Terjadilah bentrok di lapangan. Kemudian korban bernama Yamanto tadi lari keluar lapangan. Tetapi bentrok ini meluas hingga di luar lapangan. Panitia terlibat dan ada pihak lain,” ujarnya.
Ia pun mengatakan saat ini situasi mulai berjalan kondusif. Kedua belah pihak suporter telah sepakat berdamai.
“Sudah kondusif. Ada Kapolda Jambi juga hadir sebelumnya. Sudah ada kesepakatan bersama antar kedua desa, menjaga perdamaian,” pungkasnya.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com
















