MUNCULNYA FENOMENA TELOR CEPLOK DI ANAK GUNUNG KRAKATAU. INILAH PENJELASANNYA!

banner 728x90

Lampung Selatan – Kondisi Gunung Anak Krakatau mereda usai erupsi besar yang terjadi pada 3 September 2026 lalu. Kini tersisa hanya aktivitas kegempaan dan asap putih sisa erupsi. Dari sisa aktivitas tersebut, muncul fenomena ‘telor ceplok’ di area Gunung Anak Krakatau.
Dalam video yang dibagikan akun instagram @wxchasing terlihat kondisi Gunung Anak Krakatau dalam keadaan tenang usai erupsi besar yang menyebabkan sebaran abu vulkanik ke beberapa provinsi mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta hingga Jawa Barat.

Menanggapi video tersebut, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno menjelaskan fenomena tersebut merupakan hal wajar usai aktivitas erupsi. Gambar yang mirip telor ceplok di Gunung Anak Krakatau adalah air yang tercampur belerang.

“Iya itu kawah GAK, jadi itu adalah air yang terkontaminasi dengan gas belerang,” katanya, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga Yuk :  INILAH AYAM PAMA. CIRI, KEUNGGULAN DAN CARA MELATIHNYA MENJADI JUARA

Meski begitu, Suwarno menerangkan tidak semua gunung berapi membentuk fenomena serupa. Menurutnya, fenomena yang terdapat di Gunung Anak Krakatau hasil dari kontaminasi dinding kawah.

“Tidak semuanya, kalau belerang semuanya gunung api pasti ada. Disana (GAK) ada genangan air, terkontaminasi oleh belerang jadi seperti itu warnanya, dan juga bisa terkontaminasi dengan lapisan dinding kawah itu,” jelasnya.

Baca Juga Yuk :  INILAH AYAM PAMA. CIRI, KEUNGGULAN DAN CARA MELATIHNYA MENJADI JUARA

Meski aktivitas erupsi sudah berhenti, Suwarno bilang kegempaan masih terus terjadi. Pada Jumat (18/9/2026) dinihari, tercatat satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 12 milimeter dan durasi 5 detik. Selain itu, terjadi satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8 milimeter dan durasi 72 detik.

“Kalau kegempaan masih terjadi, tercatat tadi malam Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-6 mm (dominan 2 mm),” katanya.

Ia menjelaskan status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III Siaga, untuk itu masyarakat dihimbau tidak mendekati area GAK dengan radius 3 kilometer.

banner 1080x1080