Arteria Dahlan Akhirnya Meminta Maaf pada Masyarakat Jawa Barat dan Siap Disanksi PDIP

banner 728x90

infogeh.co, Jakarta – RI Arteria Dahlan selaku Anggota Komisi III, akhirnya meminta maaf soal pernyataannya saat rapat kerja Komisi III dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin pada 17 Januari 2022. Saat itu, Arteria meminta Kajati dipecat karena memakai bahasa Sunda saat rapat.

“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Kamis (20/1).

Permintaan maaf ini disampaikan Arteria usai memberikan klarifikasi kepada DPP PDIP hari ini. Arteria diterima Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, pada pukul 11.00-12.00 WIB.

Lebih lanjut, Arteria menyatakan siap mendapat sanksi dari partainya atas kejadian tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih atas berbagai kritik yang dilontarkan kepadanya setelah kejadian tersebut.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Arteria.

Selain itu, kepada Hasto dan Komarudin, Arteria berjanji akan memperbaiki cara komunikasinya. Ia mengatakan akan berjuang bagi keadilan masyarakat.

“Saya sendiri akan lebih fokus di dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat, khususnya di dalam memerangi mafia narkoba, mafia tanah, mafia tambang, mafia pupuk, mafia pelabuhan/bandara/laut, mafia pangan dan BBM, dan berbagai upaya penegakkan hukum lainnya,” kata dia.

“Saya akan lebih bekerja secara silent, tetapi mencapai sasaran penegakan hukum. Sekali lagi terima kasih atas semua kritik dan masukan yang diberikan kepada saya,” tutup Arteria.

Pernyataan Arteria saat raker dengan Jaksa Agung menuai kecaman dan protes keras dari masyarakat Jabar. Misalnya, ada spanduk bertuliskan ‘Arteria Musuh Orang Sunda’ yang dipasang di Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui akun Twitter pribadinya juga meminta Arteria meminta maaf kepada masyarakat Sunda.

“Searifnya Bang Arteria Dahlan meminta maaf kepada masyarakat Sunda. Negeri ini sudah lelah dengan pertengkaran. Nusantara ini kaya karena perbedaan, termasuk bahasa,” kata Kang Emil, Selasa (18/1).

Hari ini bahkan Arteria dilaporkan ke Polda Jabar di Bandung oleh Majelis Adat Sunda.

Pelaporan dinilai karena pernyataan Arteria telah menyakiti perasaan masyarakat Sunda. Pernyataan Arteria juga dinilai menista suku bangsa yang ada di Indonesia. Padahal, tak akan ada Negara Kesatuan Republik Indonesia apabila tak ada suku bangsanya yang beragam.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

banner 1080x1080