DPD IPI Lampung Terbentuk: Siap Angkat Potensi Pariwisata yang Menjanjikan

banner 728x90

infogeh.com – Bandar Lampung

Dewan Pimpinan Daerah Insan Pariwisata Indonesia (DPD IPI) Lampung resmi terbentuk melalui Musyawarah Daerah (Musda) Pertama yang digelar di Bandar Lampung pada Kamis, 1 Mei 2016. Dalam acara tersebut, Novi Hermanto, S.H. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD IPI Lampung. Proses pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPI dan Sekjen DPP IPI Pusat.

 

Ketua terpilih Novi Hermanto menyatakan kesiapannya untuk mempromosikan pariwisata Lampung baik di tingkat nasional maupun internasional. Langkah ini sejalan dengan potensi besar yang dimiliki provinsi di ujung selatan Sumatera ini, yang kini semakin diakui sebagai destinasi wisata unggulan.

 

Lampung memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, menjadikannya memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan menjanjikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional, provinsi ini memiliki 677 destinasi wisata yang tersebar di 15 kabupaten/kota, terdiri dari 182 destinasi alam, 171 buatan, dan 34 wisata budaya.

 

Sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, bahwa Lampung memiliki dua teluk besar (Teluk Lampung dan Teluk Semangka) serta sekitar 170 pulau yang tersebar di perairannya. Kawasan pantai barat juga menjadi destinasi masa depan dengan potensi wisata bahari dan olahraga selancar yang diminati wisatawan mancanegara. Tiga kawasan prioritas pariwisata pun telah ditetapkan, yaitu kawasan Way Kambas dan sekitarnya, Teluk Lampung dan sekitarnya, serta Pantai Barat.

 

Selain keindahan alam, budaya, kuliner, hingga produk UMKM juga menjadi magnet tambahan bagi wisatawan. Pemerintah daerah juga berencana mengembangkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Bakauheni dan Pesawaran pada tahun 2026, yang akan memanfaatkan potensi wisata pantai dengan fasilitas pendukung modern.

 

Pertumbuhan sektor pariwisata Lampung juga tercatat sangat positif. Pada triwulan III 2025, Lampung mengalami pertumbuhan terbaik ketiga di wilayah Sumatera, di bawah Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. Sektor pariwisata kini menjadi fokus utama pengembangan ekonomi daerah, yang diharapkan dapat mendiversifikasi sumber pertumbuhan yang selama ini didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

 

Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan menarik lebih banyak wisatawan, Bandara Internasional Radin Inten II Lampung akan segera membuka penerbangan internasional reguler pada Juni 2026.

 

Sebelumnya, pada 12 Februari 2026, telah dilaksanakan penerbangan perdana rute Lampung–Kuala Lumpur yang masih bersifat carter. Penerbangan ini dilayani oleh maskapai TransNusa dan direncanakan menjadi penerbangan reguler dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.

 

Kembalinya status internasional Bandara Radin Inten II ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Bandara Udara Internasional. Pembukaan rute internasional ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah, murah, dan efisien bagi warga Lampung serta mendatangkan lebih banyak wisatawan dari luar negeri.

 

Sektor pariwisata telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian Lampung secara keseluruhan.

 

Sepanjang tahun 2025 hingga November, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 24,70 juta perjalanan, meningkat 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi yang mencapai Rp53,11 triliun, dengan rata-rata pengeluaran wisatawan sebesar Rp2,15 juta per orang.

 

Dalam tiga tahun terakhir, nilai ekonomi sektor pariwisata mengalami lonjakan tajam:

Tahun 2023: Rp16,26 triliun

Tahun 2024: Rp30,39 triliun

Tahun 2025 (hingga November): Rp53,11 triliun

 

Selain itu, sektor pariwisata juga menyerap lebih dari 254.298 tenaga kerja, baik formal maupun informal, serta memberikan dampak positif bagi lebih dari 3.000 UMKM di berbagai sektor seperti kuliner, kerajinan, transportasi, dan akomodasi.

 

Dengan terbentuknya DPD IPI Lampung, diharapkan dapat terwujud sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada. Dukungan infrastruktur seperti pembukaan penerbangan internasional serta data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang pesat semakin menegaskan bahwa pariwisata Lampung memiliki masa depan yang sangat cerah.

 

 

banner 1080x1080