infogeh.net, Pesawaran – Masyarakat Kabupaten Pesawaran diminta waspada namun jangan panik dalam menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di daerah setempat.
“Saat ini kondisi cuaca memang tidak menentu. Cuaca seperti itu dapat menimbulkan bencana alam seperti tadi malam di Desa Madajaya Kecamatan Way Khilau terjadi banjir,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran, Mustari, Rabu, 6 Januari 2020.
Dia mengatakan, walaupun tidak ada korban jiwa dan kerusakan material, akan tetapi warga Pesawaran diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi antara lain dengan menjaga kebersihan bantaran sungai serta selalu update informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Untuk kebutuhan mitigasi dan evakuasi bencana, sampai saat ini kami hanya dibekali empat armada taktis untuk rescue atau penyelamatan serta dua armada pemadam kebakaran,” ujarnya.
“Jadi kalau untuk operasi penyelamatan bencana banjir, kita cukup terkendala, sebab tiga perahu karet yang kita miliki sudah tidak layak pakai karena sudah lima tahun, idealnya unit perahu karet itu lima tahun sekali harus diganti,” tambahnya.
Meskipun terkendala dengan peralatan, lanjutnya, BPBD Pesawaran memaksimalkan potensi sumber daya dari instansi lain dan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat.
“Di setiap desa kami memiliki relawan yang bertugas membantu mengevakuasi masyarakat saat terjadi bencana, dan untuk peringatan dini bencana kita memanfaatkan kearifan lokal, seperti menggunakan kentungan, maupun pengeras suara yang ada di tempat ibadah,” ujar dia.
Berita dan informas ini sudah diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampost
















