DBD Di Nganjuk, Dua Penderita Meninggal Dunia

banner 728x90

GR (NGANJUK) – Penyakit demam berdarah (DB)) harus menjadi perhatian dunia pihaknya, pasalnya, sejak awal tahun 2018 jumlahnya terus meningkat, bahkan dari keterangan yang didapat oleh  Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk Hingga Jumat (26/1/2018) dua orang pasien DBD meninggal dunia.

Kadis Kesehatan H.M.Nur Kholis lewat Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P)  Nganjuk Syaifulloh mengatakan, dua pasien meninggal dunia di hari berbeda.Berdasarkan Kesehatan (Dinkes) Nganjuk tercatat mulai akhir Desember 2017 hingga awal Januari 2018 yang pertama Abdul Arianto (22) warga Desa Jojo Kecamatan Pace pada Januari lalu sedangkan pasien kedua M.Zulfikar (11) warga Kelurahan Warungotok  Kecamatan Nganjuk,”katanya

Ditambahkan,diawal tahun ini,lanjut Syaifulloh ada sebanyak 18 kasus DBD yang tersebar di lima Kecamatan dan pada pekan keempat atau per tanggal 24 Januari 2018 jumlah penderita DBD melonjak menjadi 25 kasus.

“Terus alami kenaikan Hingga 24 Januari 2018 ada 25 kasus DBD. Dua penderita diantaranya meninggal dunia,” tuturnya, kepada wartawan

Untuk mencegah penyebaran DBD makin meluas, pihak Dinkes kini melakukan upaya pengasapan atau fogging di beberapa daerah yang ditemukan kasus DBD.

“Fogging sudah dilakukan ke beberapa pemukiman penduduk, untuk memberantas nyamuk aedes aegypti penyebab DBD,” jelas Syafulloh.kusno.(kang)

banner 1080x1080