infogeh.net, Lampung Utara – Satu dari dua santri Pondok Pesantren Daruul Khair Kelurahan Kotabumi Udik Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara berhasil ditemukan tim gabungan Polri, Barsarnas, BPBD setempat. Sedangkan satu santri lainnya masih dilakukan pencarian.
Sebelumnya dua santri tersebut, dikabarkan warga tenggelam di aliran Way Abung saat mengambil bambu yang berada di bantaran sungai tersebut. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh tim pencarian yang sejak Jumat (20/4) sore secara optimal melakukan pencarian. Berdasarkan Pantauan kami, Jenazah santri ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi tenggelam. Tim berhasil mengevakuasi jenazah korban tenggelam tersebut.
Korban yang berhasil ditemukan adalah, Aris Rismawan (18) warga desa Surakarta Kecamatan Abung Surakarta, Lampura tersebut langsung dievakuasi oleh tim gabungan ke Ponpes Daruul Khair. Tidak lama berselang, langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.
Oleh keluarga korban, jenazah tersebut langsung di bawa ke rumah duka guna untuk disemayamkan. Sementara, tim gabungan hingga hingga berita ini ditulis sekitar pukul 20.00 WIB, masih melakukan pencarian satu korban lainnya yakni Tafsiril Anam (16) desa Ogam Lia Kecamatan Abung Barat, Lampura hingga kini belum berhasil ditemukan.
Kapolres Lampura, AKBP Eka Mulyana, memimpin langsung pencarian dua korban tenggelam di Way Abung tersebut. Dibantu tim Basarnas Provinsi Lampung, dan BPBD Lampura, dengan mengerahka dua perahu karet tim gabungan tersebut mencari para korban yang tenggelam dengan cara memakai Rubber boat, yang merupakan mesin untuk membuat gelombang air. “Alhamdulillah pencarian dua santri yang tenggelam berhasil ditemukan orang dalam keadaan tidak bernyawa,” ujar Eka, Sabtu malam.
Dikatakannya, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelamnya dua santri tersebut. Sekitar pukul 10.45 WIB, korban berhasil dievakuasi tim gabungan. Menurutnya, upaya pencarian korban tim mengalami kesulitan dikarnakan arus Way Abung yang cukup deras.
Selain itu, kedalaman sungai juga mempengaruhi upaya pencarian dengan cara memakai Rubber boat. “Rubber boat kita terapkan untuk memunculkan gelombang air. Dengan adanya gelombang air yang dibuat itu, jenazah korban akan segera muncul ke permukaan,” kata dia.
Berita dan Informasi ini sudah diterbitkan dihalaman resmi radarlampung.
















