Sering mendengar istilah “teori tukang sate”?

banner 728x90

infogeh.com – Dibeberapa komunitas bisnis dan organisasi yang pernah saya ikuti, istilah tersebut lazim digunakan sebagai analogi dari sebuah pola kerja yang kurang efektif.
Dimana hampir semua beban dan jenis pekerjaan itu menumpuk dan dikerjakan oleh satu orang atau satu kelompok saja.

Sebagai anak yang lahir dan besar dilingkungan penjual sate, saya memahami sekali hal tersebut. Dan memang itu benar adanya.

Dari mulai belanja bahan baku, mengolahnya hingga ia menjadi produk bernama sate berikut bumbu pelengkapnya, itu semua kami lakukan didalam proses produksi.

Setelah semuanya siap, sore hari sekitar pukul setengah lima kami berangkat berjualan, dan nanti sekitar maksimal pukul setengah sebelas malam kami baru pulang kerumah dengan membawa hasil dari doa dan ikhtiar yang dilakukan hari ini.
.
.

Baca Juga Yuk :  KEKERABATAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNG

Sebagian orang berpendapat, ketika seseorang atau sebuah kelompok terjebak pada logika “teori tukang sate” ini maka ia akan berada dalam situasi yang merugikan, bahkan sebenarnya cendrung menyiksa dirinya sendiri.

Waktu yang dimiliki akan habis untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan yang sebenarnya itu bisa didelegasikan atau mungkin dikerjasamakan dengan pihak lain.

Lalu pertanyaannya, apakah logika teori tukang sate selalu salah ?
Tentu bila ini dilakukan di awal-awal proses saat kita membangun sebuah usaha maupun organisisi yang sedang kita rintis, maka logika teori tukang sate itu wajib kita lakukan.

Karena bagaimanapun, untuk menjaga stabilitas dan keberlangsungan dari usaha dan organisasi yang dimiliki. Maka setiap kita harus memahami betul hulu sampai hilir, detail dari sebuah usaha dan organisasi yang akan kita kembangkan.

Baca Juga Yuk :  KEKERABATAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNG

Tapi pada akhirnya, tidak semua pekerjaan bisa kita handle sendiri. Kalaupun ada sebagian orang atau sebuah kelompok yang bisa melakukannya, percayalah hasilnya tidak akan maksimal.

Tukang sate di keluarga kami sekarang saja sudah tobat Bung ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

Bila di tahun 90an, dari mulai membeli ayam, menyembelih dan membersihkannya kami lakukan sendiri. Sekarang lebih praktis, kami membeli ayam sudah dalam kondisi disembelih, bahkan sudah dibersihkan. Kita tinggal memotong2 nya sesuai ukuran.

Dulu tusuk satenya pun kami produksi sendiri. Dari mulai menghaluskan lidi, memotongnya dalam ukuran tertentu kami lakukan.
Sekarang praktis, tinggal beli tusuk sate siap pakai. Tinggal pilih mau bahan baku lidi kelapa ataupun bambu.

Lebih efektif kan ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž
Ternyata sinegi itu asyiik

banner 1080x1080