infogeh.net, Lampung Utara – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menghimbau masyarakat agar dapat tetap tenang dan waspada dengan adanya fenomena hujan es dialami yang masyarakat di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi.
Kabid Darlog BPBD Lampura, Meri Edialis, mengatakan hasil koordinasi dengan pihak Badan Metreologi Klonogi dan Geofisika (BMKG), fenomena itu hal biasa terjadi saat hujan disertai angin kencang.
“Pemerintah daerah melalui BPBD berharap masyarakat tetap tenang dan waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun ini,” ujarnya, Kamis, Desember 2020.
Menurutnya, fenomena yang terjadi di Kecamatan Abung Tinggi, terjadi akibat proses kondensasi uap air dengan pendinginan atmosfer. Sehingga lapisan paling atas pada pembentuan awan terjadi pembekuan. Sehingga sampai kepermukaan tanah rumah-rumah warga.
“Ini menjadi tanda memasuki fase transisi dari musim kemarau ke penghujan. Biasanya pada masa ini sering terbentuk awan Cumuloninbus yang mengakibatkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir,” terangnya.
Sehingga, lanjutnya, fenomena kemunculan es saat hujan turun merupakan hal biasa yang terjadi belakangan. Selain di nusantara, melainkan di seluruh belahan dunia yang kemungkinan tidak ada hujan es.
“Bisa kami lihat belakangan ini banyak terjadi di belahan bumi. Bahkan di daerah gurun sekalipun, seperti Jazirah Arab. Jadi fenomena itu bukan suatu hal mustahil. Namun, terjadi akibat kejadian alam. Tapi, jangan juga lengah dan tetap waspada, serta berhati-hati,” tambahnya.
Sebelumnya, hujan es muncul di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara. Kejadian itu disertai dengan hujan lebat dan angin kencang. Peristiwa hujan es ini diketahui warga sekitar pukul 17.00 WIB. Ukuran es itu sebesar buliran berondong jagung dan mengguyur beberapa menit, Rabu, 16 Desember 2020.
Berita dan informasi ini sudah diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampost
















