infogeh.co, Papua – Oknum anggota TNI yang terlibat dalam kasus mutilasi empat warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua bertambah dua orang. Keduanya diduga ikut menikmati uang rampasan senilai Rp 250 juta.
“Dari hasil pendalaman yang dilakukan, ada dua orang lagi yang kami periksa. Keduanya ikut menikmati uang hasil tindak pidana itu,” kata Andika di Mimika, Rabu (31/8/2022) malam.
MIMIKA, KOMPAS.com- Oknum anggota TNI yang terlibat dalam kasus mutilasi empat warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua bertambah dua orang. Keduanya diduga ikut menikmati uang rampasan senilai Rp 250 juta.
“Dari hasil pendalaman yang dilakukan, ada dua orang lagi yang kami periksa. Keduanya ikut menikmati uang hasil tindak pidana itu,” kata Andika di Mimika, Rabu (31/8/2022) malam.
Presiden Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Jokowi tak ingin kepercayaan warga pada TNI pudar karena masalah tersebut.
“Proses hukum harus berjalan sehingga kepercayaan masyarakat kepada TNI tidak pudar. Saya kira yang paling penting usut tuntas dan proses hukum,” katanya.
Presiden juga telah memerintahkan Panglima TNI Andika Perkasa turun tangan. “Saya perintahkan Panglima TNI untuk membantu proses hukum,” ujar dia.
Kasus mutilasi di Mimika bermula saat pelaku berpura-pura menjual senjata api hingga korban tergiur. Korban lalu datang dengan membawa uang Rp 250 juta. Para pelaku lalu membunuh dan memutilasi korban dan membuang jasad mereka dalam enam karung di sekitar Sungai Kampung Pigapu. Uang Rp 250 milik korban dirampas oleh para pelaku.
Dua orang korban telah ditemukan dan identitas mereka teridentifikasi sebagai simpatisan KKB dan satu kepala kampung. Mereka ditemukan pada Jumat (26/8/2022) dan Sabtu (27/8/2022). Sedangkan seorang korban lainnya ditemukan pada Senin (29/8/2022) malam. Petugas gabungan masih mencari satu korban lainnya yang juga tewas dimutilasi. Hingga saat
Berita ini berita ini lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kompas.com














