MESUJI  

Kasus Kekerasan Guru Di Mesuji, Disdik Masa Bodoh

banner 728x90

GERBANGREPUBLIK.COM – (Mesuji). Rio oknum guru SDN 1 Wira Bangun Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji  yang di duga melakukan kekerasan terhadap muridnya sendiri hingga kini belum belum tercium pihak berwajib, bahkan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji belum ada tindakan terhadap pelaku yang merupakan Guru kelas 5 SDN, padahal kejadian sudah sejak Sabtu (29/42017) lalu.

Dari pengakuan murid sebut saja Aj, kepada gerbangrepublik.com,  awalnya  saat  jam istirahat anak itu sedang duduk dilokal,
karena kaki anak itu merasa lelah setelah bermain ia meletakkan kakinya sejenak diatas meja diwaktu jam istirahat, namuan tanpa menegur terlebih dahulu guru tersebut datang dan langsung memukul dan menendang meja serta menarik leher pakaian anak itu,sehingga anak tersebut berdiri jinjit karena kerah baju diangkat

Kepala bidang pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupten Mesuji Yoga Pratama saat akan di mintai keterangan sampai saat masih belum bisa dikonfirmasi, bahkan melalui telepon tidak di jawab, dan SMS Jumat ( 2/6/2017) tidak di tanggapi.

Keterangan yang di dapat dari orang tua murid Tika, beberapa waktu lalu mengatakan, selaku orang Tua (Aj),saya dan keluarga sangat kecewa dengan prilaku seorang guru yang melakukan tindakan salah serta kekerasan terhadap muridnya seperti dialami anak saya saat ini.

” saya sih dapat saja memaklumi dan itu sewajarnya saja jika seorang guru untuk memarahi dan menegur seoarang muridnya jika melakukan kesalahan, tetapi setelah saya melihat kondisi dan mendengar ceritanya, saya sangat  merasa anak saya sepertinya sudah melakukan kesalahan besar saja sampai-sampai anak saya harus dicekik dan ditendang sehingga mengalami luka lebam dibagian kakinya itu kan membuat kami sedih dan tak tega,  kami saja selaku orang tuanya sendiri belum pernah melakukan cara seperti ini pak kepada anak kami. “Ucap Tika sambil mengusap air matanya.

Masih menurut Tika, setelah Melihat dari kondisi dan kejadian itu pihak keluarganya pun langsung melakukan tindakan fisum dan peneguran kepihak sekolah agar kiranya ada tindakan tegas oleh dewan guru dan pihak sekolah tersebut bagimana tanggapan dan tanggung jawab mereka tentang Hal ini.” Harapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah Peterson kepada gerbangrepublik.com  tidak dapat memberikan keterangan terbuka untuk memperjelas dan menanggapi tindakan salah yang dilakukan dewan gurunya tersebut.

“Tanya saja langsung padanya kesekolah, itu urusan sekolah dan sekolah pun bukan saya sendiri yang bisa mengambil keputusan disana ada dewan guru juga yang lainnya. Jadi saya rasa persoalan ini lebih baik kita urus saja disekolah karena mungkin bisa ada jalan keluarnya seperti maunya kami apa dan mau anda seperti apa.”Ucapnya dengan nada keras.

Setelah mendengar ucapan kepala sekolah tersebut,untuk mencari informasi lebih lanjut,sebelumnya media ini juga berupaya untuk datang kesekolah tersebut dan untuk menghubungi melalui guru tersebut melalui via selular, namun kepala sekolah itupun tetap saja tidak ingin memberikan izin kepada media ini untuk menghubungi guru tersebut secara langsung, dan masih saja ada alasan sehingga kejadian itupun berlarut lama.
Seakan mempersulit tugas wartawan mencari informasi terkait masalah itu sampai saat ini.

Disamping itu, Kepala Sekolah memberikan berbagai alasan dengan mengatakan sudah selesai dengan pihak keluaraga .

” Kami sudah rapat dengan dewan guru dan sepakat untuk mengambil keputusan kalo mau mengangkat dan menaikan beritanya silahkan itu hak Bapak, kami sudah ada bukti yang kuat surat perdamaian.”Tulis Peterson melalui pesan singkatnya. Seakan menantang.(kotan).

banner 1080x1080