KMP Amadea Berisi 324 Penumpang Kandas di Perairan Pulau Kandang Lunik Bakauheni Selama 12 Jam

banner 728x90

Infogeh.net, Lampung Selatan – Kapal Ferry KMP Amadea kandas di perairan pulau Kandang Lunik Bakauheni sekitar 12 jam lebih pada hari Rabu (29/12) sekira pukul 22.10 WIB saat sedang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak Banten.

Hingga Kamis (30/12) sekitar pukul 10.15 WIB, kapal yang membawa ratusan penumpang itu masih tidak dapat bergerak dan sedang dilakukan upaya penarikan oleh tim gabungan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni Capt. Tommy Aronda mengatakan, tim yang turun berupaya melakukan penarikan KMP Amadea.

“Kami masih berusaha melakukan penarikan. Tim itu terdiri dari Basarnas, KSOP, ASDP dan BPTD. Kalau berhasil, kita akan sandarkan lagi kemudian diganti kapal lain,” Ungkap Capt.Tommy Kamis (30/12).

Dia menjelaskan, kapal itu kandas di Pulau Kandang Lunik akibat terjadinya cuaca buruk dan juga sedang terjadinya surut air laut. Sebab, Kondisi angin pada saat kejadian berada di kisaran 15 knot, dengan kondisi laut surut, sehingga kapal terbawa arus dan kandas.

“Kalau kondisi kapalnya masih baik. Jumlah penumpang yang berada didalam kapal itu ada sekitar 342 orang, sementara jumlah kendaraan yang berada didalamnya sebanyak 97 unit. Penumpang juga semuanya dalam kondisi aman,” Uajarnya.

Pada bagian dalam kapal, terlihat para penumpang sudah mengeluh karena tidak sabar menunggu kapal yang ditumpanginya dapat melanjutkan perjalanan. Para penumpang itu terlihat banyak berkumpul dipinggir kapal.

Epi (43) salah satu penumpang kapal mengaku sangat dirugikan dengan kondisi kapal yang kandas ini. Sebab, dirinya yang bekerja sebagai supir truk, pengirimannya harus terlambat.

“Ya mau tidak mau pengiriman harus terlambat mas. Karena besok (jumat,red) hari terakhir pabrik tutup,” Ucapnya.

Penumpang kapal lainnya, Sobri warga Sumatera Selatan mengatakan, kapal yang ditumpanginya itu tiba-tiba berhenti dan terdengar suara yang cukup keras.

“Baru sebentar jalan tiba-tiba kapal berhenti. Pas kita lihat diluar ternyata kapal ini sudah disamping pulau, itu keliatan dari petir,” tuturnya.

Menurutnya, selama di dalam kapal, para penumpang telah diberikan sarapan pagi oleh pihak kapal. Namun, dirinya berharap proses evakuasi kapal dapat segera dilakukan.

“Tadi pihak kapal menyampaikan kalau ada yang memiliki keperluan darurat akan disiapkan kapal yang akan mengantarkan ke Bakauheni lagi,” Pungkasnya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Radarlampung.co.id

banner 1080x1080