infogeh.net, Jakarta – Matahari Departement Store Tbk (LPPF) masih membukukan rugi bersih mencapai Rp 95,35 miliar pada kuartal I-2021, bengkak 1,49% dari periode yang sama tahun lalu yang juga rugi bersih Rp 93,95 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan LPPF yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), rugi bersih itu terjadi di tengah penurunan pendapatan pengelola gerai Matahari Departement Store ini. Total pendapatan bersih turun 25,16% menjadi Rp 1,16 triliun pada 3 bulan pertama tahun ini, dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,55 triliun.
Secara rinci, pendapatan itu terdiri dari penjualan eceran turun 24% jadi Rp 741,40 miliar dari sebelumnya Rp 976,77 miliar, penjualan konsinyasi bersih turun menjadi Rp 416,01 miliar dari Rp 535,36 miliar, dan pendapatan jasa juga anjlok jadi Rp 4,83 miliar dari sebelumnya Rp 37,04 miliar.
Di sisi lain, mengacu pada laporan kuartalan, hingga Q1-2021, perusahaan mengoperasikan 147 gerai, jumlahnya sama dengan posisi 31 Desember 2020. Jumlah itu terbagi di Sumatera 28, Jawa 86, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku 28 dan wilayah lainnya 5 gerai.
Dari 147 gerai tersebut terdapat 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan. Sementara itu selama Q1, Matahari menutup 13 gerai, dan masih ada 10 gerai yang dalam pengawasan untuk kemungkinan ditutup.
Meski demikian, ada satu gerai baru dibuka pada April ini yakni di Balikpapan Ocean Square.
Berdasarkan keterangan kepada CNBC Indonesia, Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store, Miranti Hadisusilo, menjelaskan bahwa 13 gerai yang dimaksud saat ini belum ditutup, kendati memang direncanakan ditutup.
“Bahwa 13 gerai yang ditutup, sampai saat ini belum ditutup, tapi memang rencana akan ditutup di 2021,” kata Miranti.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi cnbindonesia.com
















