Infogeh.co, Internasional – Perempuan di Inggris dilaporkan banyak beralih profesi menjadi pekerja seks komersial (PSK).
Menurut data English Collective of Prostitution, tidak sedikit perempuan di kerajaan itu yang “banting stir” dari pekerjaan awal, sejak awal Juni 2022.
Di Inggris, menjadi pekerja seks adalah legal secara umum. Namun, beberapa aktivitas yang menyerupai prostitusi seperti mengajak secara terang-terangan di muka umum, menjalankan usaha rumah bordil, dan menjadi germo atau calo adalah tindakan melanggar hukum.
Tapi, jika sang pekerja seks berusaha menarik perhatian pelanggan dengan beraksi sendirian di jalanan, hal itu masih diperbolehkan. Meski mereka akan menjadi rentan dengan sejumlah tindakan kekerasan dan kriminal.
Lalu mengapa fenomena ini terjadi?
Krisis biaya hidup kini melanda Inggris. Ini terlihat dari tingginya inflasi harga konsumen akibat biaya energi yang tinggi dan pangan yang mahal.
Keduanya menjadi dampak dari perang berkepanjangan Rusia dan Ukraina. Ini juga ditambah efek belum pulih sepenuhnya dunia akibat pembatasan Covid-19.
Dalam data resmi pemerintah, inflasi Inggris mencapai 10,1% di Juli, tertinggi dalam 40 tahun. Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) juga memperkirakan inflasi harga konsumen akan mencapai 13,3% pada bulan Oktober.
Dalam laporan terbaru raksasa perbankan AS Citi, mengutip CNBC International Selasa (23/8/2022), inflasi harga konsumen di Inggris pun bahkan bisa mencapai 18% pada Januari 2023. Tagihan energi rumah tangga menjadi penyebabnya.
Kenaikan-kenaikan inilah yang menyulitkan warga terutama wanita yang menjadi ibu tunggal dengan banyak anak. Di awal musim panas yang berakhir September saja, ada tambahan 1/3 perempuan bekerja sebagai PSK.
“Krisis biaya hidup sekarang mendorong wanita menjadi pekerja seks dengan berbagai cara. Apakah itu di jalan, di tempat atau online… Secara keseluruhan apa yang kami lihat adalah orang-orang datang ke pekerjaan itu dari tempat yang putus asa,” kata Juru Bicara Niki Adams, dimuat Sky News.
Sebagai contoh, Adams mengatakan ada seorang ibu dengan empat anak yang menjadi PSK pasca kehilangan uang dan tak masuk salah satu penerima bantuan tunai di Inggris, Universal Credit.
“Dia mulai melakukannya beberapa malam dalam seminggu di jalanan… Ini cukup untuk membayar setiap tagihan,” tambahnya.
“Dia tidak memiliki kapasitas untuk bekerja secara indoor, meskipun itu akan jauh lebih aman dan dia lebih menyukainya.”
Hal ini kemudian menimbulkan masalah baru. Disebutkan bahwa banyak perempuan pekerja seks pada akhirnya tak mampu melindungi diri dari kekerasan dan eksploitasi.
“Dan itu juga berarti kondisi kerja seks memburuk ke titik di mana mereka membahayakan nyawa perempuan,” tegasnya.
Artikel ini sebelumnya telah tayang di sini
















