infogeh.net, – Proyek pengerjaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungsari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan dengan anggaran Rp15 Miliar dan biaya optimalisasi Rp3,999 Miliar kondisinya banyak yang rusak. Proyek tersebut diduga dikerjakan tidak maksimal dan asal jadi.
Kepala UPT TPA Tanjungsari, Iswandra, tidak membantah proyek TPA yang dibangun dengan anggaran kementerian PUPR itu kondisinya memprihatinkan dan sudah banyak yang rusak. ” Ya betul itu kan ada tiang coran. Di atasnya kemudian disemen. Bukaan dibuat pondasi lalu dibeton, makanya dia sudah rusak,” ujar Iswandra ditemui di lokasi, Senin, 29 Maret 2021.
Ia juga mengeluhkan kondisi kantor UPT yang dibangun seadanya oleh pekerja proyek. Menurut dia, kantor ukuran 4×4 itu tidak layak untuk sebuah kantor UPT. “Itu kantor seperti WC. Kalau ini memang kantor dimana tempat staf bekerja?” katanya.
Menurut Iswandra, proyek ini dinilai kurang bagus. “Lihatlah engsel pintu hanya dipasang satu. Mohon untuk diperbaiki,” ujarnya.
“Ada tanah tebing di samping penampungan limbah. Kalau itu longsor bagaimana? Dulu ulat belatung sampai masuk kantor kecil ini usai hujan, karena sampahnya dibuang sembarangan,” Tambahnya.
Iswandra menyebutkan pekerjaan proyek TPA yang dia kelola saat ini tidak maksimal. Ada banyak tanggul jebol, padahal belum diresmikan. Ia meminta pengembang melakukan perbaikan terhadap kerusakan beberapa pekerjaan di TPA Tanjungsari.
berita ini sebelumnya dimuat di Lampost.co
















