GERBANGREPUBLIK.COM – (Bandar Lampung). Meski keberadaan RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo berada di jantung Kota Bandar Lampung, akan tetapi belum memiliki Dokter Spesialis Syaraf ( Neurologi), hal ini diungkapkan oleh Leo (62), salah seorang pasien yang hendak chek up (kontrol rutin) di RS tersebut, Rabu (21/6/2017).
Selain itu masih menurut kakek berusia 62 tahun ini, Kepada awak media, mengungkapkan rasa kecewanya atas management pelayanan rumah sakit plat merah tersebut, mulai dari segi pelayanan hingga minimnya dokter yang spesial yang ia butuhkan.
“Rumah Sakit Dr.A.Dadi Tjokrodipo ini kan milik pemerintah, harapan saya paling tidak pemerintah kota menyediakan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak. padahal plang dokternya ada, namun ternyata dokternya tidak ada. Dan yang sangat kami sesalkan tekadang belum waktunya dokter pulang, dokternya sudah pulang. Inilah yang kerap membuat pasien kecewa,” kata Leo.
Saat ditanya soal jenis penyakit yang dia derita, Leo mengatakan bahwa ia adalah pasien rutin kontrol di RS tipe C itu.
“Saya pasien rutin, setiap bulan chek up penyakit prostat. Tetapi ketika saya mengeluhkan penyakit keram tangan yang saya derita, yang seharusnya ditangani oleh dokter Spesialis saraf, perawat/dokter disini menjawab dengan enteng, dokter syarafnya tidak ada. Lalu dokter yang saya tanya itu menganjurkan untuk minum obat yang mereka resepkan sendiri. Tapi karena memang bukan dokter spesial yang menangani langsung, akhirnya tidak ada perubahan yang berarti terhadap penyakit saya, ” keluhnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang pelayanan Medis RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo, Dr.A.Taufiq Nur membenarkan perihal kosongnya tenaga medis spesialis Syaraf.
“Dokter Spesialis Syaraf memang sudah lama tidak ada, sudah satu tahunan ini,” ujarnya.
Hanya kalau untuk rumah sakit tipe C, lanjut Dokter Taufiq, memang tidak wajib ada.
“Yang wajib itu untuk tipe C ialah dokter spesialis anak, penyakit dalam, kebidanan. jumlahnya pun memang amat sangat terbatas. Sebagian dokter spesialis berstatus PNS. Nah kalau spesialis syaraf itu statusnya hanya paruh waktu (part time),” kilahnya.
Saat disinggung tentang upaya apa saja yang telah dilakukan pihak RSUD mengatasi kekosongan tersebut, Dokter Taufiq mengaku telah melakukan pengajuan kepada dinas terkait.
“Dinas kesehatan sudah pasti tahu, namun upaya kita mengajukan sudah. Tetapi beberapa tahun ini kita kan memang tidak ada penerimaan formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” terangnya.(*/rds).

















