Peduli Lingkungan Dengan Menanam Pohon Pada Saat Pemperingati Hari Bumi Internasional

banner 728x90

infogeh.net – Hutan Indonesia merupakan hutan yang menduduki urutan ketiga terluas di dunia dengan hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan (rain forest) Kalimantan dan Papua. Menurut data Forest Watch Indonesia (FWI), sebuah lembaga independen pemantau hutan Indonesia, sejumlah 82 hektare luas daratan Indonesia masih tertutup hutan. Hutan Indonesia merupakan rumah dan perlindungan terakhir bagi kekayaan dunia yang meliputi 12% spesies mamalia, 7,3% spesies reptil dan ampibi, serta 17% spesies burung dari seluruh dunia. Hutan Indonesia yang luas memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan iklim dunia melalui proses fotosintesis tumbuh-tumbuhannya.

Indonesia pernah menjadi salah satu daerah di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi dan memiliki hutan paling luas. Hutan merupakan aset terbesar untuk mengatasi perubahan iklim karena dapat bertindak sebagai penyerap karbon dan digunakan untuk memenuhi target pengurangan emisi nasional seperti yang tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Baru saja kita memperingati hari Hutan Internasional pada 21 Maret 2018, namun pada kenyataannya apakah kalian tahu pada saat ini apa yang terjadi pada kondisi hutan di dunia? Hutan di dunia semakin memburuk dengan luasan hutan yang terus menurun setiap tahunnya.

pada saat ini sebagian besar hutan hujan Indonesia telah mengalami alih fungsi lahan untuk mendukung industri kelapa sawit dan juga industri pulp dan kertas. Baru-baru ini, lahan gambut yang juga menyimpan dan berpotensi menyerap banyak karbon, telah digantikan oleh perkebunan kelapa sawit dan pohon untuk industri pulp dan paper. Selain itu ada beberapa fakta yang perlu kita ketahui bahwa saat ini Tingkat kerusakan hutan di Indonesia tergolong sangat tinggi. Tercatat bahwa dari 44 negara yang masih memiliki hutan, Indonesia adalah negara yang paling cepat mengalami kerusakan hutan.

Kerusakan hutan 2% pertahun, setara dengan Indonesia kehilangan wilayah hutan selua 51 kilometer persegi setiap harinya, dalam uinness Books of Record edisi 2008. Saat ini Indonesia adalah salah satu penghasil gas rumah kaca (GRK) terbesar di dunia menurut World Resources Institue (WRI). Dan juga penyumbang sampah terbanyak di dunia serta Indonesia juga kerap mengirim polusi asap kebakaran hutan ke negara tetanga pada tahun 2015. Dan pada tahun 2018 provinsi Riau sudah kehilangan 731 hektar lahan hutan(sumber:www.okezone.com).

Akar dari semua permasalahan tersebut adalah deforestasi, apabila deforestasi tersebut tidak di hentikan maka akan berdampak sangat buruk bagi kelangsungan hidup kita seperti desertifikasi, climate change, degradasi tanah dan kerugian keanekaragaman hayati. Dengan berbagai permasalahan yang tiada henti akibat dari deforestasi apakah kita masih bisa tinggal diam ? Seharusnya kita bisa menanggulangi permasalahan tersebut, dengan memulai dari hal yang sederhana, yaitu mengkampanyekan akan pentingnya menlindungi hutan dan menanam pohon.

Seperti halnya pada tanggal 22 April 2018 komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia (GenBI) Provinsi Lampung mengadakan kampanye di tugu Adipura dengan membagikan bibit tanaman untuk masyarakat provinsi Lampung guna memperingati hari bumi sedunia. Tujuan dari kegitan tersebut adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab para pemuda agar mengerti bahwa keberlangsungan kehidupan di dunia ada di tangan kita, dengan menjaga hutan dan menanam pohon kita akan menyelamatkan dunia.

Rudi Antoro (Ketua Divisi Kewirausahaan GenBI UIN Raden Intan) yang pada saat itu juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa “Saat ini di Indonesia sangat krisis kepedulian terhadap lingkungan. Terbukti saat ini Indonesia menyandang gelar penyumbang sampah terbanyak di dunia, selain itu Indonesia juga kerap mengirimkan polusi asap ke negara tetangga akibat dari kebakaran hutan yang sangat besar. Banyak hal yang harus kita ubah mulai sekarang dengan hal sederhana tetapi bermanfaat untuk orang lain, terutama untuk generasi muda harus memiliki jiwa tanggung jawab akan permasalahan tersebut.

Alhamdulillahnya saat ini banyak komunitas di Lampung yang peduli akan penanaman pohon dan penanganan limbah sampah, jadi menurut saya adalah dengan hal yang sederhana kita bisa merubah dunia”. Menyadari hal tersebut bahwa peran pemuda dalam mengkampanyekan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sangat besar. Ia juga mengatakan bahwa “pemuda sebenarnya mempunyai semangat yang tinggi dalam melestarikan lingkungan, namun kita perlu dukungan yang lebih dari pemerintah tentunya agar dapat lebih efisien dalam melakukan kegitan seperti ini lagi”. Pada saat ini negara Indonesia memang membutuhkan para pemuda yang peduli terhadap lingkungan.

Dengan ikut melestarikan lingkungan dan menjaga hutan agar tidak terjadi deforestasi.
Dengan demikian harus ada penggerak untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan melestarikan hutan dan lingkungan. Dalam konteks ini pemuda memiliki peran yang besar dalam menjelaskan bahwa pentingnya melindungi hutan dan menjaga lingkungan. Dalam mewujudkan pelestarian hutan dan menjaga lingkungan kita bisa melakukan dengan langkah yaitu membangun komunitas yang intens untuk mengkaji dan membahas tentang masalah defoestasi dan melestarikan lingkungan.

Komunitas tersebut membantu program pemerintah dalam menangani masalah tersebut, dan sifatnya bersinggungan langsung dengan masryarakat, seperti dialog publik, seminar, dan kegiatan-kegiatan sosial. Selain itu upaya berdialog tidak hanya membicarakan masalah saja, namun harus ada solusi dan gagasan. Dan pemuda juga harus lebih proaktif dalam mendukung upaya pemerintah, dan pada saat yang bersamaan harus kritis terhadap kebijakan serta undang-undang yang tidak adil dan cenderung diskriminatif. Dan yang pasti harus ada hal yang nyata dapat kita lakukan adalah mulai dari hal kecil dan mulai dari diri sendiri.

Kontributor: Miftahul Janah

banner 1080x1080