infogeh.net, Lampung – Pandemi covid-19 yang belum jelas kapan berakhir tentu saja sangat mempengarui dan berdampak terhadap roda ekonomi di dunia, khususnya Indonesia.
Data yang ada tidak bisa kita pungkiri. Ratusan ribu, bahkan jutaan pekerja terkena PHK, jutaan pelaku usaha nyaris bahkan tidak sedikit yang sudah gulung tikar, membuat keprihatinan kita makin dalam.
Bersyukur kita lahir di Negeri Indonesia. Satu bangsa yang terbiasa kuat menghadapi berbagai macam krisis yang sering menimpa. Dari mulai perang saudara, penjajahan, krisis ekonomi, hingga krisis sosial, semuanya pernah kita alami dan rasakan.
Terlebih lagi, para tetua kita senantiasa memberikan nasihat kepada anak cucunya. Untuk senantiasa menjadi pribadi yang sabar dan tak kenal putus asa dalam menghadapi segala situasi.
Pun tak ayalnya dengan krisis ekonomi yang saat ini akan bahkan mungkin sudah menerpa kita. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah dalam menghadapi segala situasi yang sulit, tentu api optimisme terus menyala dalam sanubari setiap anak negeri Indonesia.
Krisis ini pasti bisa kita hadapi, bahkan kita jadikan peluang untuk bisa melipatgandakan hasil yang nantinya bisa kita dapatkan.
Sebagai salah satu penggerak pendidikan berbasis vokasi di Lampung, saya melihat sektor vokasi kedepan mampu bisa menjadi ujung tombak dalam mencetak generasi yang mampu survive bahkan sukses menaklukan krisis ini.
Kami sangat menyadari, bahwa yang dibutuhkan oleh generasi kedepan, khususnya yang bisa dikatakan kurang mampu. Adalah sebuah program yang mampu melatih kepribadian serta skill. Sehingga dengan dua hal tersebut mereka bisa mengembangkan segala potensi yang dimilikinya, khususnya di sektor pengembangan usaha.
Dan inipun sinkron dengan dua progam yang sudah diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia. Kartu Prakerja dan alokasi dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
Dari berbagai literatur yang saya baca di tahun 2020 ini Pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar 20 Triliyun untuk kartu Prakerja, serta 695 Ttiliyun lebih dana PEN sebagai bantuan permodalan kepada UMKM yang terdampak covid 19.
Ini yang saya katakan, bahwa pendidikan vokasi menjadi solusi di masa pandemi, dan inipun sangat bisa disinkronkan dengan dua program dari pemerintah tadi.
Penerima bantuan dari kartu Prakerja dan PEN harus dikelola secara sistemik dan terukur di puluhan ribu LPK maupun LKP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tentu ini merupakan program kolaborasi, dimana harus melibatkan segenap stakeholder yang ada.
Kita tentu ingin dana ratusan Triliyun yang dialokasikan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi ini bener-benar tepat sasaran dan menghasilkan jutaan wirausaha yang sukses.
Oleh karenanya, dengan sinergi yang bisa diterapkan. Saya berkeyakinan serapan dari dua progam pemerintah tersebut akan lebih efektif dan optimal.
Terkait teknis pelaksaan kolaborasi ini, tentu bisa kita bicarakan lebih detail dan teknis. Catatan kritisnya adalah, prinsip-prinsip transparansi, kemudahan akses, kearifan lokal serta pengawasan yang objektif harus diterapkan.
Yakin, ketika kita mau serius dan tulus
In Syaa Allah Ide ini akan berhasil
SEMANGAT INDONESIA
KITA BISA
Oleh :
Sudarsih, S.Pd
(Direktur LPK GAMA)
















