infogeh.com, Lampung Barat – Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Kapasitas Petani dalam Budidaya Kopi Organik Bersertifikat Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan” di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, oktober 2025.
Program ini melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lampung Robusta sebagai mitra utama, dengan fokus pada peningkatan kemampuan petani dalam menerapkan sistem budidaya kopi organik serta mempersiapkan mereka menuju sertifikasi organik nasional maupun internasional.
Ketua tim pelaksana, Tandaditya A. Airlangga, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polinela dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Provinsi Lampung.
“Melalui pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, dan pembentukan sistem Internal Control System (ICS), kami ingin agar petani di Lampung Barat tidak hanya memahami prinsip pertanian organik, tetapi juga siap bersaing di pasar kopi premium yang menuntut standar sertifikasi,” ujar Tandaditya.
Kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga November 2025 ini mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair, pengendalian hama dan penyakit secara hayati, manajemen kebun berbasis agroforestri, serta pendampingan administratif menuju sertifikasi.
Selain pelatihan teknis, tim juga menyusun dan membagikan buku saku panduan “Budidaya Tanaman Kopi Organik” sebagai media pembelajaran praktis bagi petani. Buku ini berisi panduan langkah demi langkah dalam menerapkan sistem pertanian organik yang sesuai standar nasional (SNI) maupun internasional.
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Polinela yang terdiri atas:
– Tandaditya A. Airlangga, S.P., M.Sc. – Ketua Pelaksana, yang beranggotakan Dimas Prakoswo Widiyani, S.P., M.P., Kresna Shifa Usodri, S.P., M.Si., dan Hafiz Luthfi, S.P., M.P.
Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Polinela sebagai asisten lapangan untuk membantu pelaksanaan kegiatan dan memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.
Mitra kegiatan, Gapoktan Lampung Robusta, menyambut positif pelaksanaan program ini. Para petani mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru tentang pertanian ramah lingkungan dan manajemen usaha tani yang lebih efisien.
“Kami senang bisa belajar langsung dari dosen Polinela. Sekarang kami paham bagaimana membuat pupuk organik sendiri dan mulai menyiapkan lahan agar bisa disertifikasi,” ujar salah satu petani peserta pelatihan.
Melalui kegiatan ini, Polinela berkomitmen memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun sistem pertanian yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan, kemandirian, dan kesejahteraan petani kopi. Dengan penerapan sistem budidaya organik, petani diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih sehat dan bernilai tinggi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat ketahanan pangan lokal di daerah perdesaan.
















