Pertanian Tanggamus Kembangkan Varietas Inpari

banner 728x90

GR (TANGGAMUS) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortilultura (DPTPH) setempat kembangkan benih padi varietas Inbrid Padi Irigasi (Inpari) 33 untuk meningkatkan produktifitas padi.

Menurut Kasi Pertanian Rahmat Hidayat mendampingi Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Endi Rusadi mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Soni Isnaini, selain untuk meningkatkan produktifitas padi, pengembangan benih padi varietas Inpari 33 dalam rangka mengantisipasi masalah serangan hama wereng yang selama ini menjadi salah satu momok bagi petani padi di Tanggamus.

Karena serangan hama wereng yang kerap terjadi setiap tahun di lahan persawahan petani Tanggamus, utamanya di Kecamatan Wonosobo dan Semaka, berimbas seringnya petani gagal panen dan merugi.

“Untuk mengantisipasi dan menanggulangi masalah hama wereng tersebut, maka DPTPH bekerja keras mencarikan solusi yang tepat, khususnya varietas benih yang mumpuni dan tahan hama tersebut. Sehingga kami mendapatkan info pengembangan satu varietas benih padi di pusat, yakni Inpari 33 yang tahan hama wereng, maka kami tawarkan kepada kelompok tani untuk dikembangkan, dan terbukti tahun ini berhasil,” katanya, Rabu (10/01/2018).

Rahmat Hidayat menerangkan, memang belum semua lahan persawahan di Kabupaten Tanggamus yang menerapkan benih Inpari 33, karena tidak semua lahan sawah bermasalah hama wereng, dan sebagian petani ini masih memakai varietas Ciherang.

“Saat ini yang sudah mengembangkan varietas benih padi Inpari 33 adalah di Kecamatan Wonosobo, dan terbukti berhasil tidak terjadi serangan wereng dan panen meningkat. Sebenarnya satu varian lagi benih yang kita kembangkan yakni varietas Inpari 30 di Kecamatan Gunung Alip, kelebihannya sama, yaitu tahan hama dan produktifitas lebih bagus dari varietas biasa lainnya,” terangnya.

Rahmat Hidayat menambahkan, untuk hasil produktifitas padi varietas Inpari lebih bagus dari varietas lainnya, aeperti dalam satu  hektare lahan sawah akan keluar hasil produksi padi sekitar 8 ton, dengan kelebihannya risiko gagal panen akibat dari hama sangat kecil.

“Pengembangan varietas Inpari ini, sebagai bentuk perhatian dinas kepada petani padi, agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, yang sebelumnya sering gagal panen akibat serangab hama wereng,” imbuhnya.(Red).

banner 1080x1080