Pilkada tanpa tabur uang Mungkinkah ?

banner 728x90

Kita faham benar bahwa karakter pemilih di Indonesia dalam setiap pemilu dan pilkada terbelah menjadi beberapa tipe.
Ada yang ideologis, rasional, pragmatis.
Ada juga yang bertipe objektiv dan emosional.

Bila ketemu tipe pemilih yang objektif dan rasional, tentu alat ukur mereka dalam menentukan pilihan titik beratnya ada pada kapasitas dan integritas sang kandidat.

Pemilih ideologis, tentu menitikberatkan pilihan kepada kandidat yang memiliki kesamaan latar belakang. Bisa karena berada dalam satu wadah organisasi, kesamaan keyakinan maupun pemikiran.

Untuk tipe emosional, tentu faktor kekerabatan dan pertemanan menjadi alasan utama dalam menentukan pilihan.
Nah, klo untuk yang tipe pemilih pragmatis, kita sama – sama tau lah ????????

Dalam sebuah diskusi, pernah dibahas dan disimpulkan.
Kita tidak bisa terus larut kedalam satu sistem dan pola yang semakin membawa kita pada kemunduran demokrasi.

Umur demokrasi kita sejak reformasi 1998 sudah lebih dari 20 tahun.
Sudah selayaknya kita terus melakukan evaluasi dan perbaikan, khususnya dalam sistem yang diterapkan.
Sistem yang ada harus mampu mengarahkan mayoritas pemilih kita pada pendekatan objektif dan rasional

Seperti yang kita singgung kemarin, bila era tarung bildboard, banner harus benar-benar kita batasi. Tarung gagasan lebih dimaksimalkan, nah untuk tarung amplop berisi uang harus secara bertahap kita akhiri.

Kadang ada pertanyaan menggelitik, bila ditarik pada historis, siapa sebenarnya yang mulai mengajari masyarakat untuk bersikap pragmatis ?
Klo saya pribadi berpendapat, ya sebenarnya para elit politik juga yang memulainya bahkan terus menyuburkan hal tersebut.

Bila para elitnya mau bersepakat, untuk tidak lagi menyuburkan prilaku tabur amplop berisi uang pada setiap pemilu dan pilkada.
Kemudian pihak penyelenggara dan pengawas juga berani bertindak tegas serta tidak tebang pilih terhadap prilaku tersebut, kita optimistis kehidupan berdemokrasi di Negeri ini akan semakin baik.

Saya pikir bila tidak ada lagi amplop yang bertaburan saat pemilu dan pilkada, tho masyarakat tetap juga akan datang ke TPS untuk mencoblos.

Yaa, kita harus berani memulai.

banner 1080x1080