Selamat! Lampung Utara Terima Penghargaan The Best Digital Trainer 2022

banner 728x90

Infogeh.co, Bandar Lampung – Pemkab Lampung Utara menerima penghargaan The Best Digital Trainer pada ajang Tribun Lampung Award 2022.

Tribun Lampung Award 2022 merupakan penghargaan bagi program Kepala Daerah, BUMN/BUMD/Perusahaan Swasta dan Nasional yang pro dalam pengembangan UMKM.

Pemkab Lampung Utara menerima penghargaan Tribun Lampung Award 2022 karena dinilai secara konsisten memfasilitasi promosi dan pemasaran produk UMKM.

Selain itu menyelenggarakan pelatihan industri kreatif bagi industri kecil menengah, serta pelatihan penilaian kesehatan dan peningkatan kelembagaan koperasi.

Pemkab Lampura juga mengadakan pelatihan usaha online bagi pelaku UMKM.

Serta melatih segala sektor pengembangan UMKM.

Tribun Lampung sebagai media lokal anak perusahaan Tribun Network, Kompas Gramedia, ingin ikut mendorong agar para Kepala Daerah se- Lampung, juga BUMN/BUMD/Perusahaan Swasta dan Nasional yang beroperasi di Lampung, membuat program prorakyat untuk membangkitkan dan meningkatkan performa UMKM.

Olah Eceng Gondok Jadi Kerajinan Tangan

Sekretaris Daerah Lampung Utara Lekok mengatakan Pemkab Lampung Utara mendorong pengelolaan eceng gondok di Bendungan Way Rarem, Kecamatan Abung Pekurun, menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi.

Hal tersebut merupakan satu di antara beberapa upaya untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) bidang kerajinan tangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Utara Dina Prawitarini mengungkapkan, eceng gondok banyak ditemukan di Bendungan Way Rarem.

Eceng gondok yang selama ini identik dengan gulma (tanaman yang menjadi sarang hama dan penyakit), jelas dia, bisa sebagai bahan dasar untuk diolah menjadi kerajinan tangan.

“Kami lihat di bendungan-bendungan itu banyak gulma yang menempel. Kami berpikir bagaimana caranya agar gulma itu bisa dimanfaatkan,” katanya.

Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Utara kemudian bekerja sama pengrajin dari luar Lampung, yakni Nengok Craft Semarang, Jawa Tengah.

Selanjutnya para pengrajin di Lampung Utara diberikan pelatihan.

“Kami menghadirkan pengrajin dari Kota Semarang untuk mengolah bagaimana caranya mengubah eceng gondok menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual,” ujar Dina.

Setelah pelatihan terlaksana, para pengrajin lalu membuat kerajinan tangan dari eceng gondok.

Selanjutnya produk kerajinan tangan itu tentu harus dipasarkan.

“Dinas Koperasi dan UMKM membantu para pengerajin untuk memasarkan secara online,” kata Dina.

Artikel ini sebelumnya telah tayang secara lengkap di sini

banner 1080x1080