Seorang Kiai di Jember Diduga Mesum dengan Ustazah dan Cabuli Santriwati: Ada Kamar Khusus Pakai Fingerprint

banner 728x90

infogeh.co, Jember – Terdapat sebuah ruangan khusus dilengkapi dengan akses fingerprint di lantai dua Pondok Pesantren Al Djaliel 2 yang berada di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Jember.

Lokasi ini menjadi tempat diduga terjadinya pencabulan dari kiai Muhammad Fahim Mawardi selaku pengasuh ponpes tersebut dengan ustazah hingga santriwati.

Dugaan tersebut terungkap saat HA, istri Fahim, membongkar peristiwa terkait dengan dugaan pencabulan tersebut.

Perempuan yang kerap disapa Ibu Nyai itu memberanikan diri datang ke kantor polisi selaku korban perselingkuhan antara suaminya dengan seorang ustazah serta mengadukan perbuatan cabul terhadap banyak santriwati di bawah umur.

Menurut Ibu Nyai, dugaan hubungan gelap itu terbongkar bermula dari sebuah insiden mendadak yang terjadi begitu saja pada Sabtu, 4 Januari 2023, sekitar jam 23.00 tengah malam. Peristiwa tersebut terjadi di kamar khusus di lantai 2 ponpes.

Sepengetahuan Ibu Nyai, kamar khusus itu dibuat untuk ruang podcast, sebab suaminya aktif menggunggah konten tentang agama di YouTube. Namun, beberapa waktu belakangan sering dipakai Kiai Fahim tidur.

“Kamar menggunakan teknologi, pintu dipasangi fingerprint juga nomor password tertentu. Bu Nyai sendiri tidak diberikan akses. Tapi, beberapa santriwati justru punya akses,” ungkapnya, Minggu (8/1).

Ibu Nyai kemudian menceritakan peristiwa pada Sabtu malam. Ia mendengar ada seseorang yang menggedor-gedor kamar khusus tersebut. Dia pun memeriksa situasi dengan mengintip dari jendela. Sebab, sangat terasa janggal terjadi keributan tengah malam di lingkungan pesantren.

Dia kemudian melihat ada seorang santriwati turun dari tangga dengan gerak-gerik kesal. Sebab dia terlihat membanting pintu kamar seorang ustazah.

Ibu Nyai saat itu keluar dari kamar menuju teras rumah. Dia berpapasan dengan suaminya yang terlihat tergesa-gesa. Ibu Nyai menanyakan soal keributan apa yang terjadi di lantai dua, tetapi dijawab tak terjadi apa pun.

“Saya tanya ada apa? Kok kayaknya ada masalah. Terus, suami saya mengelak tidak ada apa-apa,” tutur Ibu Nyai.
Ibu Nyai bercerita, wajah kiai Fahim terlihat muram, dan langkah kakinya cukup cepat bergegas pergi. Saat itu, suaminya menuju kamar ibunya.

Ibu Nyai kemudian curiga atas peristiwa tersebut. Sebab, dia tak dilibatkan oleh suaminya itu. Kecurigaannya semakin menguat karena terus diabaikan dan sang suami tak menjawab pertanyaannya sama sekali usai keluar dari kamar ibunya.

Dia menilai ada persoalan yang sedang disembunyikan. Apalagi, suaminya sudah berubah sikap. Berbulan-bulan Ibu Nyai minim mendapat perhatian secara lahir maupun batin.

Perubahan perilaku disebutnya semenjak Kiai Fahim menyatakan punya hasrat berpoligami. Ingin punya istri sebanyak mungkin, bahkan jika bisa sampai 9 orang istri.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

banner 1080x1080