Seorang Perawat di Lampung Tengah Dianiaya Kekasih karena Cemburu, Begini Kronologisnya

banner 728x90

infogeh.co, Lampung Tengah – Akibat Cemburu buta membuat Defan Kurnia Ramadhan (25), warga Kampung Sribasuki, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, gelap mata. Defan tega menganiaya sang kekasih Lisa Wulandari (26), seorang perawat warga Lorong Sekolah, Jl. Sentosa, Seberang Ulu 2, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Peristiwa penganiayaan terjadi di indekos Adinda, Kampung Kalirejo, Kecamatan Kalirejo. penganiayaan terjadi pada Senin 20 Mei 2024, sekitar pukul 06.30 WIB. Ketika itu, Lisa dan Defan berdua di dalam indekos. Defan bertanya kepada Lisa, ”Kemarin sama siapa?” Lisa menjawab, ”Mas Zainal”.

Defan bertanya kembali, ”Kenapa harus berdua di dalam ruang istirahat? Kenapa nggak gantian satu di ruang perawat dan satu di ruang istirahat?”

Lisa menjawab, ”Ya emang begitu kalo ruang istirahatnya gabung”.

Defan mencecar, ”Kenapa pintunya nggak dibuka, cuma jendelanya aja?”

Lisa menjawab, ”Itu kan ruangan AC. Memang pintu nggak dibuka dan cuma jendela aja. Lagian pasien kalo manggil dari jendela, keliatan kok”.

Mendengar jawaban ini, Defan marah, “Kalo kamu kayak gitu sama aja nggak ngehargai aku!”

Baca Juga Yuk :  KAMMI Metro Kolaborasi Payungi Bedah Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua.

Lisa merespons, ”Ya udah kamu aja yang jadi perawat gimana?!

Setelah perdebatan ini, Defan naik pitam langsung menarik rambut Lisa dan meninju wajah bagian mata sebelah kiri Lisa. Lisa berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangan sembari berkata, “Ampun, Def”.

Defan kembali memukul di bagian wajah Lisa sebanyak dua kali dan menendang wajah Lisa sebanyak 2 kali mengenai hidung hingga mengeluarkan darah. Lisa juga mengalami memar pada mata sebelah kiri.

Rupanya masih ada rasa sayang, Defan merebus air dan mengompres luka memar di bagian mata Lisa.

Ketika Defan ke toilet buang air besar, Lisa menelepon kakaknya bernama David. Tidak diangkat, Lisa mengirimkan chat WhatsApp kepada teman kerjanya. Lisa memberitahu kondisinya yang dianiaya Defan dan meminta bantuan untuk mengantar ke rumah sakit.

Ketika temannya menelepon Lisa diangkat Defan. Defan menanyakan perihal apakah boleh satu ruangan dengan laki-laki saat istirahat.

Baca Juga Yuk :  KAMMI Metro Kolaborasi Payungi Bedah Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua.

Setelah membahas ini, Defan kembali marah dan mengambil pisau dapur. Defan menodongkan pisau dapur ke perut Lisa sembari berkata, “Mati aja kamu!”

Merasa takut, Lisa diam sembari menangis sehingga amarah Defan mereda. Tidak lama kemudian, Lisa keluar dari indekos diantarkan kerabatnya ke Mapolsek Kalirejo untuk melaporkan kejadian ini.

Kapolsek Kalirejo Iptu Agus Supriyadi menyatakan pihaknya mendapat informasi ada pelaku penganiayaan diamankan warga, Senin 20 Mei 2024, sekitar pukul 11.00 WIB. ”Kita langsung ke TKP mengamankan tersangka,” katanya. Hasil pemeriksaan, kata Agus, penganiayaan dilatarbelakangi cemburu.

“Faktornya cemburu. Korban diketahui tersangka istirahat satu ruangan dengan seorang laki-laki di tempat bekerja. Tersangka yang merupakan pacarnya cemburu hingga mempersoalkan hal itu. Tersangka mendatangi korban di indekosnya. Terjadilah cekcok mulut hingga penganiayaan,” ujarnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Agus, tersangka dijerat dengan pasal berlapis tentang penganiayaan dan pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP dan 335 KUHP.

Sumber: radarlampung.co.id

banner 1080x1080