Seorang Santri Tewas di Ponpes Gontor karena Dianiaya

banner 728x90

infogeh.co, Palembang – Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur menuai sorotan. Pemicunya, akibat adanya orang santri berinisial AM asal Palembang tewas karena diduga dianiaya.

Masalah itu semakin pelik karena Ponpes Gontor sempat merahasiakan kematian santri berusia 17 tahun itu. Akibatnya, kasus ini menjadi ramai setelah ibu korban bernama Soimah melapor kepada pengacara kondang Hotman Paris yang sedang berada di Sumsel.

“Tidak ada kabar sakit ataupun dari anak saya. Tiba-tiba dapat kabar anak saya meninggal di Pesantren Gontor 1 Pak, yang di Jawa Timur,” kata Soimah kepada Hotman dikutip dari Urban Id –media 1001 partner kumparan– di Palembang.

Soimah menuturkan, pada 22 Agustus sekitar pukul 06.45 WIB, dirinya mendapat kabar anaknya meninggal dunia. Namun dirinya baru mendapat kabar 3 jam setelahnya tepatnya pada pukul 10.00 WIB.

“Meninggalnya itu 22 Agustus kemarin, meninggal pukul 06.45 tapi kami baru dikabari pukul 10.00 WIB, awalnya mereka mau bicara sama ayahnya,” ucap dia.

Kepada Hotman, Soimah meminta agar diungkap kejanggalan anaknya yang meninggal di Gontor.
Ia menyebut, selama ini anaknya tidak ada kabar sakit atau hal lain. Soimah terkejut karena tiba-tiba mendapat kabar anaknya sudah meninggal di pondok pesantren tempat menimba ilmu.

“Meninggalnya karena dianiaya, saya belum berani melapor karena urusannya kan dengan lembaga besar, jadi saya mohon bapak bantu kami,” kata dia.

Soimah menuturkan, ada kejanggalan kematian anaknya yakni saat dimakamkan ada darah di kain kafannya dan di ganti sebanyak dua kali.

“Sudah dimakamkan tapi ada kejanggalan pada kematian anak saya,” ucap dia.

Hotman menggugah momen pertemuannya dengan Soimah di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial. Hotman mengatakan, dirinya melihat langsung foto jenazah sebelum dikebumikan.

“Ibu itu menunjukkan foto kain yang membalut anak itu, penuh darah,” kata Hotman.
Hotman lantas meminta Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta untuk segera mengusut kematian AM.

“Halo Pak Kapolda Jawa Timur, di sini ada seorang ibu yang datang ke saya bertemu Hotman di Palembang, katanya anaknya meninggal di Gontor 1, diduga tindak kekerasan,” kata Hotman.

“Mohon Pak Kapolda menyelidiki soal meninggalnya anak Bu Soimah ini, diduga ada penganiayaan,” ucap Hotman.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

banner 1080x1080