infogeh.co, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Dr. Soewandhie, Senin (28/11).
Begitu tiba di rumah sakit tersebut, Eri langsung bertanya kepada dua orang pasien lanjut usia yang hendak pulang usai mendapatkan perawatan di Poli Orthopedi.
“Bagaimana, Bu, pelayanannya? Apakah lebih cepat atau bagaimana?” tanya Eri kepada ibu lanjut usia itu.
Salah satu pasien tersebut mengatakan, pelayanan di RSUD Dr. Soewandhi sangat lama. Bahkan, ia juga mengaku sudah antre sejak pagi dan baru mendapatkan pelayanan siang harinya.
Mendapatkan keluhan itu, Eri langsung mengajak kedua ibu-ibu lanjut usia itu menuju Poli Orthopedi kembali.
Saat masuk ke poli, Eri langsung menanyakan kepada tenaga medis yang sedang bertugas. Ia menanyakan soal antrean lama di poli tersebut. Eri juga menanyakan soal layar televisi penunjuk nomor antrean yang tidak ada di poli tersebut.
Salah satu perawat menjelaskan bahwa alasan dua pasien itu dilayani cukup lama karena berkas rekam medisnya baru datang.
“Oh berarti ini perkara rekam medisnya yang lama,” ucap Wali Kota yang menjabat per 26 Februari 2021 ini.
Eri meminta manajemen RSUD Dr. Soewandhi untuk menghadap dirinya seketika itu. Setelah manajemen datang, Eri menanyakan alasan lamanya rekam medis itu dikirim ke Poli Orthopedi.
Pihak manajemen mengakui berkas kedua pasien tersebut cukup susah dicari di ruang berkas rekam medis. Eri akhirnya mengajak mereka ke ruang berkas rekam medis.
“Ayo ke ruang rekam medis, saya pengin tahu apa masalahnya,” tegas Eri dengan nada yang mulai meninggi.
Ketika di ruang berkas rekam medis itu, politikus PDIP ini semakin marah lantaran petugas pelayanan di tempat tersebut sedikit. Padahal, antrean pasien yang membutuhkan berkas rekam medis sangat banyak.
Setelah itu, ia memasuki ruangan yang penuh berkas rekam medis itu. Akhirnya Eri meluapkan kemarahannya karena berkas-berkas itu terlihat miring-miring dan kurang tertata.
Eri nampak sangat kecewa dengan para staf itu. Sebab, berkali-kali ia bertanya seakan tidak menemukan solusi. Rasa kecewa Eri ditunjukkan dengan membanting berkas rekam medis itu ke lantai.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com
















