infogeh.co, Maluku – Sebuah video menjadi viral di jagad maya lantaran video tersebut menunjukkan keributan di rumah duka siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang meninggal karena dianiaya 9 siswa lainnya, viral di media sosial.
Dalam keterangan di video itu, disebutkan keributan dipicu oleh kedatangan Kepala Sekolah MTS Kotamobagu bersama sejumlah guru dan pegawai ke rumah duka, bukan untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa, melainkan hanya untuk klarifikasi jika kejadian penganiayaan bukan terjadi di sekolah.
Sontak hal tersebut membuat keluarga dan para pelayat menjadi marah dan mengusir kepala MTS serta para pegawai sekolah tersebut, karena dianggap tak punya nurani, etika dan simpati atas kejadian yang menimpa keluarga yang tengah berduka.
Sekadar diinformasikan, seorang siswa MTS Kotamobagu meninggal dunia disebutkan jadi korban Bullying oleh 9 orang rekannya saat hendak mengambil wudu untuk salat di musala sekolah.
Sempat dirawat selama beberapa hari di rumah sakit, akhirnya siswa itu meninggal di RSUP Prof Kandouw Malalayang, Kota Manado.
Sementara, Kapolres Kotamobagu, AKBP Irham Halid yang dihubungi memastikan jika kasus tersebut bukan bullying melainkan penganiayaan yang dilakukan terhadap korban oleh para pelaku yang diduga rekan sesama siswa.
“Itu penganiayaan bukan bullying. Jadi jangan salah,” kata Irham, Senin (13/6).
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com
















