Warga Tulangbawang Tuntut Bupati Agar Segera Selesaikan Permasalahan Masyarakat dengan PT Waskita

banner 728x90

infogeh.net, Bandar Lampung – Puluhan petani dan nelayan Ujunggunung, Kecamatan Menggala, Tulangbawang, mengelar aksi unjuk rasa di kantor Pemkab Tulangbawang guna meminta penyelesaian masalah antara masyarakat dan PT. Waskita.

Dalam aksinya di kantor Pemkab Tulangbawang dijaga ketat oleh pihak Kepolisian dan Brimob yang dilengkapi dengan anjing pelacak. Dalam aksi tersebut para pengunjuk rasa diterima langsung oleh Assisten III Thamami Akip, Camat Menggala Sudirman, dan Kepala Kesbangpol Tulangbawang Khamami.

Dalam aksinya, Koordinator Lapangan (Korlap) massa Eliyanto mengatakan PT. Waskita terkesan bertindak sewenang-wenang dalam melaksanakan proyek jalan tol, bahkan sepertinya hendak membelenggu kesejahteraan masyarakat.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa menuntut agar pelaksana proyek pembangunan infrastruktur jalan tol trans-Sumatera tersebut memberikan kompensasi/ganti rugi terhadap berbagai kerusakan ladang, kebun maupun usaha perikanan tradisional seperti lebak-lebung yang ditimbulkan akibat pembuatan tol.

“Untuk itu kami meminta agar pihak pemerintah yakni bupati dapat ikut andil dan tegas agar dapat segera menyelesaikan konflik ini,” ujar Eliyanto

Massa juga menuntut pihak Waskita membuatkan jalan maupun jembatan khusus untuk akses transportasi para petani dan nelayan di Umbultulung Seribu, Ujunggunung Ilir, Menggala.

Sebab, kata Elian, akibat dalam melaksanakan proyek tol tersebut seluruh usaha tradisional baik ladang kebun maupun lebak lebung milik masyarakat tidak lagi bisa diberdayakan atau menghasilkan uang alias gagal penen.

“Tidak ada lagi yang bisa diperbuat oleh warga, ladang pertanian dan kebun gagal panen akibat tersumbatnya saluran air ditimbun oleh proyek tol dan lebak lebung tempat ikan yang biasanya setiap bulan panen tidak lagi ada hasilnya, sebab sudah tidak ada lagi air akibat kekeringan,” ungkapnya.

Bahkan Elian menerangkan sebelumnya juga terkait masalah Lebak Lebung Bolak gagal panen tersebut pihak Kelurahan dan Camat Menggala sudah melakukan mediasi dan berjanji jika PT Waskita akan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Akan tetapi nyatanya Lanjutnya semuanya gagal dan tidak jadi PT Waskita membayar ganti rugi dan memenuhi tuntutan yang diajukan oleh sebanyak 58 masyarakat yang mengalami gagal panen.

“Parahnya lagi jangankan mau memenuhi janji dan tuntunan kami Pak Camat selaku perwakilan masyarakat saja justru dimarahi dan tidak di anggap oleh PT Waskita,” terangnya.

Sedangkan Agung selaku Humas PT. Waskita Karya yang menemui masyarakat yang berunjuk rasa, mengatakan jika pihaknya berjanji akan menampung seluruh aspirasi warga, tetapi pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan tuntutan tersebut kepada pihak pusat.

“Waskita hanya sebagai pelaksana proyek, namun semua kebijakan maupun keputusan ada di pusat, tepatnya di Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT). Saya minta waktu beberapa minggu kedepan, apapun tuntutan tetap akan saya sampaikan kepada pihak BPJT, dan jika ada kesimpulan secepatnya kami kabarkan dengan masyarakat,” kata dia.

banner 1080x1080