Amarah Jendral Andika Perkasa soal TNI yang Pukul Suporter di Kanjuruhan

banner 728x90

infogeh.co, Jakarta – Presiden Jokowi menginstruksikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk mengusut dugaan tindakan berlebihan yang dilakukan personelnya saat membantu mengamankan pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Pertandingan tersebut berujung tragedi, usai 125 orang dinyatakan meninggal karena kericuhan usai Arema kalah 2-3 oleh Persebaya.

Instruksi Jokowi tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

“Kepada Panglima TNI diminta lakukan tindakan cepat sesuai aturan karena di video beredar TNI yang tampaknya melakukan tindakan berlebih di luar kewenangannya. Apakah video tersebut benar atau tidak Panglima TNI akan mengumumkannya kepada kita semua,” kata Mahfud di Jakarta.

Dalam video yang beredar, saat kericuhan di Stadion Kanjuruhan, terlihat sejumlah anggota TNI melakukan pemukulan kepada suporter yang masuk ke lapangan.

Berdasarkan keterangan dari Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, jumlah suporter yang masuk ke lapangan sekitar 3.000 orang.

Mahfud mengungkapkan bahwa pemerintah terpukul dengan peristiwa tersebut. Selain korban jiwa, ratusan suporter lainnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Mahfud juga menyampaikan instruksi Jokowi lainnya yakni membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait dengan peristiwa tersebut. Tim ini akan langsung dipimpin oleh Mahfud.

“Akan dipimpin langsung Menko Polhukam yang keanggotaannya ditetapkan paling lama 24 jam ke depan. Terdiri dari pejabat kementerian terkait, kemudian organisasi profesi olahraga sepakbola, pengamat, akademisi, dan media massa,” kata Mahfud.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

banner 1080x1080