Awal Tahun 2019, Dua Gempa Mengguncang Wilayah Indonesia

Ilustrasi Gempa Bumi
banner 728x90

infogeh.net – Di awal tahun 2019, dua wilayah di Indonesia diguncang gempa pada Selasa (1/1/2018) pagi ini. Dua gempa tersebut masing-masing berkekuatan Magnitudo 5 dan Magnitudo 3,4.

seperti dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa yang mengguncang Kepulauan Talaud berkekuatan Magnitudo 5 pada Selasa (1/1/2018). Gempa tersebut terjadi pada pukul 06.09 WIB dengan kedalaman 21 km. Gempa Kepulauan Talaud ini berpusat di laut dan berada di 99 km Barat Daya Kepulauan Talaud.

BMKG mencatat, gempa yang mengguncang Kepulauan Talaud tidak berpotensi tsunami. Gempa kedua terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada pukul 06.48 WIB. Gempa yang mengguncang Tapanuli Utara berkekuatan Magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di 1 km Timur Laut Tapanuli Utara. Gempa ini berada pada kedalaman 10 km dan dapat dirasakan di Sipahuntar dengan Skala MMI III.

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.
Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.
Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan menjadi gelap.
Benda-benda terlempar ke udara.

banner 1080x1080