infogeh.net, Pringsewu – Meski diiringi gerimis yang lumayan deras, tak menyurutkan langkah kaki ibu-ibu warga desa Sukoharjo Tiga, kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu untuk hadir di Ruang Utama Masjid Taqwa, Sukoharjo sore ini (22/05).

Rupanya hadir dan berkumpulnya mereka adalah untuk mengikuti agenda Halal bi Halal sekaligus menyimak sosialisasi Gerakan Menabung Jelantah yang disampaikan oleh Angga Panji Kesuma, S.T., M.T., selaku founder gerakan tersebut.
Fathur Rakhim selaku Panitia Pelaksana sekaligus Koordinator Relawan Gerakan Menabung Jelantah wilayah Pringsewu dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menabung jelantah guna tambahan nilai ekonomi keluarga.
“Ibu-ibu, dengan menyisihkan sisa minyak goreng atau jelantah, nanti bisa mendapatkan daging di hari raya. Konsepnya sederhana, ibu setor jelantah ke kami, nanti kami terima dan kami hitung dan dikonversikan jadi daging sapi nanti di akhir bulan ramadhan” ujar mas Baim, sapaan akrab Fathur Rakhim.
Selanjutnya dalam sosialisasinya, Angga Panji Kesuma menyampaikan pentingnya kesehatan, menjaga lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi keluarga.
“Ibu-ibu yang masih ada sisa minyak jelantah jangan dibuang Bu. Itu masih bisa diolah menjadi biodiesel, kebetulan kami ada kerjasama dengan perusahaan di Singapura. Sayang Bu kalau dijual, ini masih ada nilai ekonomisnya. Alhamdulillah, kami sudah buka gudang di wilayah Teluk Betung, Bandar Lampung. Nanti ibu-ibu bisa kumpulkan jelantahnya dan kami akan menampung sekaligus membelinya.” Kata Angga dalam sosialisasinya.
“Nanti teknisnya, semua nasabah minyak jelantah itu punya akun masing-masing. Nanti bisa ditukar jadi daging, sembako, atau diuangkan juga bisa. Nanti yang kordinir mas Baim ya..” tambah kak Angga, sapaan akrab founder Gerakan Menabung Jelantah.
Sebagai tambahan informasi, dalam dunia kesehatan memang minyak jelantah berbahaya jika digunakan berkali-kali untuk menggoreng makanan. Minyak goreng yang digunakan berkali-kali bisa bersifat karsinogenik yaitu mengandung zat-zat penyebab penyakit kanker. (Putra)










