infogeh.co, Jakarta – Kerangkeng manusia ditemukan di lahan belakang rumah Bupati Langkat yang terjaring OTT KPK. Hal ini diketahui dari informasi yang didapatkan oleh Migran CARE.
Kerangkeng tersebut diduga digunakan untuk eksploitasi pekerja kebun kelapa sawit.
“Berdasarkan laporan yang diterima Migrant CARE, di lahan belakang rumah bupati tersebut, ditemukan ada kerangkeng manusia yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya mengalami eksploitasi yang diduga kuat merupakan praktek perbudakan modern,” kata Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah saat dikonfirmasi, Senin (24/1).
Dalam keterangannya, terungkapnya kerangkeng manusia ini diawali dari operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada 18 Januari 2022. Saat itu, KPK menangkap Terbit Rencana atas dugaan penerimaan suap proyek sebesar Rp 786 juta.
Anis belum merinci lebih jauh terkait dengan temuan kerangkeng manusia ini. Namun pihaknya akan melaporkan informasi tersebut kepada Komnas HAM.
“Nanti jam 1 kita ke Komnas HAM,” ucap dia.
KPK telah menjerat Terbit Rencana bersama dengan sejumlah pihak sebagai tersangka.
Berita ini telah diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com
















