Gara-gara TikTok ! 5 Siswi SMP Dikeluarkan dari Sekolah

banner 728x90

infogeh.net, TikTok – Aksi lima Siswi yang main TikTok sembari injak rapor berbuntut panjang. Pasalnya, kelima orang tersebut dipecat dari sekolah.

Kejadian di SMPN 1 Suele, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam video yang beredar, kelima siswi itu terlihat menginjak rapor milik masing-masing. Atas sanksi tegas sekolah itu pun, sang orangtua buka suara.

Mereka mengaku bingung dengan nasib pendidikan anaknya. Salah satu orangtua siswa itu, Baiq Raehan (38) mengatakan, anaknya tak mau makan karena dikeluarkan dari sekolah.

“Anak saya menangis, tidak mau makan. Kaget dia, gara-gara TikTok dia dikeluarkan dari sekolah, kami juga orangtua kaget, bagaimana ini? bisakah anak sekolah lagi?” kata Baiq Raehan, Selasa (22/12/2020).

Raehan mengetahui anaknya dikeluarkan setelah mendapat surat panggilan orangtua pada Senin (21/12/2020). Padahal, pembagian rapor siswa telah dilakukan pada Jumat (19/12/2020).

Tiba di sekolah, Raehan malah dijelaskan soal kesalahan anaknya. Ia dikumpulkan bersama orangtua siswa lain yang ikut membuat video tersebut. Pihak sekolah lalu menjelaskan bahwa lima siswa tersebut dikeluarkan karena membuat video TikTok menginjak rapor sekolah.

“Anak-anak teriak histeris tidak menyangka kalau harus dikeluarkan dari sekolah,” kata Raehan.

Tanpa peringatan

Raehan menyayangkan tindakan sekolah yang langsung mengeluarkan anaknya. Seharusnya, sekolah memberi peringatan terlebih dulu. Sehingga, anaknya memiliki kesempatan untuk berubah dan tak mengulangi perbuatannya.

Orangtua siswa lainnya, Anun (37), juga menyebut anaknya tak berhenti menangis setelah mendapat hukuman. Menurutnya, anaknya merupakan korban dari ponsel pintar.

“Kenapa kesalahan anak saya ini, dia itu korban HP. Mestinya dinasihati dulu baru dikeluarkan. Apa tidak ada kebijakan lain?” tanya Anun.

Salah satu anak yang dikeluarkan dari sekolah mengaku video TikTok itu dibuat bersama teman-temannya karena kesal nilai mereka turun setelah pembelajaran daring berlangsung. Padahal, sebelumnya mereka juara kelas.

“Saya sedih, ingin sekolah di sana lagi. Kami menyesal, kami salah. Waktu itu kami kecewa dengan nilai yang tidak memuaskan, kami menyesal, kami salah,” ucap salah satu siswa yang dikeluarkan.

Penjelasan sekolah

Kepala SMPN 1 Suela, Kasri membantah mengeluarkan lima siswa yang membuat video TikTok menginjak rapor itu. Menurutnya, pihaknya meminta siswa itu mencari sekolah lain.

“Kami tidak memecat, tetapi meminta mereka mencari sekolah lain, tidak di sekolah ini, karena tindakan mereka telah melanggar aturan sekolah.

“Melebihi skor pelanggaran 75 poin,” jawab Kasri saat dihubungi.

Kasri menegaskan, hal itu merupakan keputusan rapat dewan guru.

“Itu adalah aturan atau regulasi sekolah. Bukan aturan saya pribadi, tapi aturan yang disepakati bersama oleh semua pihak melalui dewan guru,” kata Kasri.

Berita dan informasi ini sudah diterbitkn terlebih dahulu dihalaman resmi Tribunlampug

banner 1080x1080