Geger ! Menyeludukkan Drone Laut Ke Indonesia, Pemerintah Harus Ungkap Asal-Usulnya

banner 728x90

infogeh.net, Indonesia – Drone bawah air ditemukan nelayan di dekat Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan beberapa hari lalu. Drone itu diduga milik China ini saat ini telah diamankan di Pangkalan Angkatan Laut di Makassar.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta mengatakan bahwa pemerintah harus segera menyelidiki untuk mengungkap asal usul drone.

Jika drone tersebut terbukti milik China atau negara lain, maka pemerintah harus melakukan protes keras dan melakukan tindakan diplomatik yang tegas.

“Drone bawah air tersebut sudah masuk sangat dalam ke wilayah Indonesia. Ini sinyal bahwa selama ini wilayah laut kita sangat mudah diterobos pihak asing,” tegas Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/1).

Menurut Sukamta, sangat mungkin selama ini sudah banyak drone yang berkeliaran di wilayah Indonesia itu mengambil data-data penting geografis dan potensi laut Indonesia. Artinya, kata dia, keamanan nasional sangat rentan.

“Pemerintah harus serius mengungkap asal usul drone tesebut,” katanya, Sabtu (2/1).

Wakil Ketua Fraksi PKS ini juga menyorot lemahnya sistem keamanan teritori Indonesia. Menurutnya, hal ini menunjukkan kemampuan pertahanan Indonesia tertinggal dari sisi teknologi.

“Ini pekerjaan rumah Pak Menhan (Prabowo Subianto) untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh,” tuturnya.

Kata Sukamta, Indonesia bisa melalukan kerjasama dengan beberapa negara lain untuk alih teknologi selain tentunya dengan mendorong riset nasional untuk pengembangan teknologi yang mendukung sistem pertahanan yang handal.

“Lebih dari itu pemerintah perlu segera perbaiki sistem keamanan teritori, agar kejadian drone yang menyelundup ini tidak terulang lagi,” tuturnya.

Lanjutnya, legislator asal Yogjakarta ini juga meminta TNI Angkatan Laut dan Bakamla lebih memperkuat patroli laut terutama di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia.

“Ketegangan di Laut China Selatan yang melibatkan China, Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara ASEAN pasti akan berimbas ke keamanan wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia yang berada di zona ketegangan bisa dimanfaatkan oleh negara lain yang sedang berkonflik. Tentu kita tidak mau wilayah kita diobok-obok pihak asing,” tekannya.

“Oleh sebab itu kewaspadaan harus ditingkatkan dengan melalukan patroli secara ketat,” demikian Sukamta.

Berita dan informasi ini sudah diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi rmollampung

banner 1080x1080