Koordinator LBH Gerbang Ary Darmono Meminta APH Usut Oknum Guru Ngaji Yang Cabuli Santrinya

banner 728x90
Koordinator Wilayah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Bangsa (Gerbang) Tanggamus, Ary Darmono

TANGGAMUS (Radarnusantara.co) – Dugaan perbuatan asusila masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanggamus.

Bahkan tak jarang, anak di bawah umur menjadi korban tindakan tidak bermoral tersebut. Teranyar, enam remaja perempuan, empat diantaranya masih di bawah umur menjadi korban perbuatan asusila yang diduga dilakukan oleh lelaki yang bekerja sebagai guru agama berinisial RH.

Hal itu terungkap melalui surat tanda terima laporan polisi (STTL) bernomor 862/VIII/2021/SPKT/POLRES TANGGAMUS/POLDA LAMPUNG tertanggal 3 Agustus 2021.

Dalam surat itu pelapor inisial JM, perempuan berusia 41 tahun menyebut dugaan asusila terjadi pada bulan Maret 2021 sekira pukul 03.00 WIB di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Kecamatan Kelumbayan Barat.

Koordinator Wilayah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Bangsa (Gerbang) Tanggamus, Ary Darmono mengatakan terduga pelaku berprofesi sebagai guru agama di salah satu pesantren.

“Mereka ngaji dan disuruh tidur di sana, nah pada malam hari itu enam orang diduga menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan secara bergilir, salah satu saksi melihat temannya sedang ditindih oleh terlapor pada malam hari sekitar pukul 03.00 WIB pada Maret 2021”, kata Koordinator LBH Gebangn Tanggamus, Ary Darmono mewakili penasehat hukum pelapor, Ahmad Kristdevi Khairan, Senin (24-1-2022).

Ary meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan perbuatan asusila tersebut sehingga memberikan keadilan kepada korban serta keluarga.

“Aparat penegak hukum serta instansi pemerintah daerah yang memiliki konsen terhadap masalah perlindungan anak harus mengusut dugaan ini secara profesional dan proporsional guna memberi keadilan kepada pihak pihak yang menjadi korban,” pintanya.

Selain itu dia juga meminta aparat untuk mempertimbangkan dampak sosial serta psikologis yang diderita para korban pasca terjadi dugaan asusila itu. (Red)

banner 1080x1080