infogeh.co, Jakarta – Insiden intimidasi dialami 2 jurnalis dari detikcom dan CNN saat meliput di sekitar rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (14/7).
Lokasi ini beberapa hari ini disorot karena kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Diketahui 3 orang pelaku yang melakukan intimidasi adalah anggota Propam Polri. Saat kejadian, 3 oknum tersebut berkaus hitam dengan perawakan tegap dan berambut cepak diduga memaksa untuk menghapus foto dan video hasil liputan.
Saat itu, kedua wartawan tersebut baru saja dari rumah Ketua RT setempat Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto dan mencari seorang saksi bernama Asep, seorang petugas kebersihan.
Di tengah wawancara dengan Asep, tiga orang berbaju hitam itu langsung mengambil handphone kedua wartawan tersebut dan menghapus foto hingga video. Tas keduanya juga digeledah.
Polri dan Dewan Pers pun akhirnya buka suara terkait kasus intimidasi ini.
Buntut insiden intimidasi kepada 2 wartawan detikcom dan CNN, tim kuasa hukum Irjen Ferdy Sambo mendatangi Dewan Pers, Jumat (15/7) pagi.
Dari buku tamu, diketahui kuasa hukum Irjen Ferdy Sambo diwakili Arman Hanis dari Hanis & Hanis Advocates.
Kedatangan mereka disambut Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Yadi Hendriana. Ia meminta awak media untuk keluar dari ruangan sebelum pertemuan berlangsung dan hasil pertemuan baru akan dijelaskan saat konferensi pers.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com














