Produksi Padi Kabupaten Tanggamus 2017 Meningkat Signifikan

banner 728x90

GR (TANGGAMUS) – Angka hasil produksi padi Kabupaten Tanggamus tahun 2017 dipastikan meningkat naik dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan produktifitas padi Tanggamus terlihat dari data yang diinput pada bulan September 2017, yang mana telah mencapai 288.940 ton padi.

Dari data per September ini saja telah melampaui hasil produksi lahan persawahan padi Kabupaten Tanggamus tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2016 yang hanya 249,110 ton padi.

“Untuk hasil produksi padi Kabupaten Tanggamus tahun 2017 dipastikan naik cukup signifikan, di bandingkan tahun 2016 hingga bulan Desember yang menghasilkan 249,110 ton gabah padi. Adapun tahun ini untuk hasil produksiifitas padi secara keseluruhan yakni hingga bulan Desember, masih dalam proses penghitungan hasil. Namun dari data terakhir produksi yaitu pada bulan September saja yaitu sebanyak 288, 940 ton, hasil ini telah melampaui hasil tahun 2016. Maka dapat kami pastikan ada kenaikan hasil produksi cukup signifikan di tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kasi Pertanian Rahmat Hidayat mendampingi Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Endi Rusadi mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Soni Isnaini, Selasa (2/1/2018) diruang kerjanya.

Menurut Rahmat Hidayat, luas lahan persawahan di Kabupaten Tanggamus adalah 23.080 Hektare (Ha) lahan yang tersebar di 20 Kecamatan setempat. Sedangkan yang menjadi sentra budidaya padi ini adalah Kecamatan Semaka seluas 3.054 Ha lahan sawah, Pugung 2.281 Ha., Kotaagung Timur 1.890 Ha, Wonosobo 1.584 Ha, Bulok 1.545 Ha, Kotaagung Barat 1.415 Ha dan Gunung Alip 1.330 Ha lahan sawah.

“Sentra persawahan ada di beberapa Kecamatan seperti diantaranya Semaka, Pugung dan Kotim, tahun ini di Kecamatan yang menjadi sentra padi ini, panen cukup berhasil. Karena iklim cukup menunjang, pasokan air irigasi lancar dan yang sangat menunjang keberhasilan peningkatan produksi adalah program pendampingan dari pihak TNI, akademisi, penyuluh dan DPTPH, sehingga petani lebih maksimal dalam mengelola lahan sawahnya,” ujarnya.

Rahmat Hidayat menambahkan, melalui program pendampingan petani padi dari pihak TNI yakni Babinsa, Penyuluh Lapangan, Akademisi Unila dan Dinas Pertanian sendiri terbukti efektif meningkatkan hasil produksi padi di Tanggamus. Yang mana dengan pola pendampingan pihak TNI melalui Babinsa bersama penyuluh dan akademisi terjun langsung ke lahan persawahan memberikan petunjuk cara tanam yang epektif berdasarkan program Kementerian Pertanian.

“Pola pendampingan pertanian antara pemerintah dan pihak TNI sangat menunjang keberhasilan peningkatan produksi di tingkat petani. Padahal untuk bantuan sarana prasarana produksi padi dari pusat untuk tahun ini sangat jauh berkurang dibanding tahun lalu, yang mana tahun ini hanya ada bantuan benih padi untuk luas lahan 3 ribu hektare. Namun dengan pola pendampingan, tingkat kesuksesan maksimalisasi produksi padi malah semakin meningkat. Nah ini yang diharapkan pemerintah pusat, sehingga petani tidak hanya terus berharap bantuan, akan tetapi ilmu yang berkesinambungan yang di berikan,” imbuhnya.(Red).

banner 1080x1080